Inilah 11 Kondisi Terlalu Yang Harus Dihindari Pengemudi

“Hidup ini jangan serba terlalu, yang sedang-sedang saja,
karena semua yang serba terlalu, bikin sakit kepala…”

Sedikit penggalan lagu Sedang-sedang Saja yang dipopulerkan Vetty Vera tahun 1991 itu setidaknya sudah memberi pelajaran bagi kita untuk tidak berlebihan dalam segala hal dan segala aktifitas. Masih mending jika sikap berlebihan dan terlalu hanya berdampak pada sakit kepala belaka, tapi bagaimana jika lebih buruk dari itu.

Saat mengemudi misalnya, pengemudi dituntut untuk selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. Karena itu, pengemudi harus selalu menjaga konsentrasi, waspada, berhati – hati serta tidak melakukan tindakan – tindakan bodoh yang berisiko membahayakan. Pada kenyataannya, masih banyak pengemudi bersikap acuh saat di jalanan dan tidak mengindahkan aturan berlalu lintas yang baik.

11 Kondisi Terlalu Yang Harus Dihindari Pengemudi

Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang harus dihindari pengemudi karena berisiko membahayakan keselamatan:

1. Terlalu Lapar

Jika Anda terlalu lapar, sebaiknya Anda tidak mengemudikan kendaraan baik itu mobil atau motor. Saat Anda terlalu lapar, badan jadi lemas, mata berkunang – kunang, reflek menurun, konsentrasi menjadi berkurang. Ini jelas berisiko dan sangat berbahaya. Lebih baik Anda makan lebih dulu sampai Anda tidak lagi merasa lapar. Kalau rasa lapar yang amat sangat tersebut Anda rasakan saat mengemudi, segeralah menepi dan cari makanan yang dapat menghilangkan rasa lapar seperti nasi, roti atau apa pun yang bisa mengenyangkan.

2. Terlalu Kenyang

Tidak hanya terlalu lapar yang berbahaya saat mengemudi, terlalu kenyang pun bisa mendatangkan risiko bahaya. Saat perut terlalu kenyang, mata menjadi mudah mengantuk. Akibatnya mengurangi konsentrasi dan kewaspadaan.

3. Terlalu Mengantuk

Pengemudi mengantuk

Mengantuk adalah salah satu penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Dalam catatan Operasi Ketupat 2013 ditemukan sebanyak 623 kasus kecelakaan gara-gara mengantuk dan kelelahan. Para pengemudi cenderung memaksakan diri untuk terus mengemudi dan berfikir “tanggung, sebentar lagi juga nyampe”.

Mengemudi dalam keadaan terlalu mengantuk sangat berisiko berakibat fatal. Kecelakaan yang timbul dikarenakan saat mengantuk kesadaran bisa saja hilang secara tiba – tiba dan tertidur.

4. Terlalu Lelah

Kelelahan bisa terjadi karena berbagai sebab seperti kurang tidur, terlalu ngotot bekerja, terlalu lama tidak gerak badan dan sebagainya. Saat tubuh merasa terlalu lelah baik karena hal – hal tersebut atau karena Anda sudah mengemudi terlalu lama, sebaiknya Anda istirahat dan tidak memaksakan diri mengemudi. Menepilah di rest area untuk istirahat dan mengembalikan kebugaran tubuh. Bila perlu, mandilah dengan air dingin untuk menyegarkan badan dan mempercepat pemulihan tenaga.

5. Terlalu Sedih

Bawaan orang, bila terlalu sedih pikiran menjadi tidak konsentrasi. Dalam benaknya hanya memikirkan satu hal yaitu hal yang membuatnya bersedih hingga terkadang lupa dan tak sadar kalau sedang mengemudi.

6. Terlalu Senang

Begitu pula sebaliknya, saat perasaan terlalu senang, Anda bisa saja kehilangan konsentrasi mengemudikan kendaraan. Anda akan tersenyum sendiri. Bila bersama teman, Anda bisa saja tertawa terbahak-bahak, berteriak-teriak bahkan berjingkrak – jingkrak. Anda bisa kehilangan kewaspadaan, mengemudi dengan tidak serius karena terlalu bercanda dan bermain – main. Pendamlah rasa senang Anda dalam hati sampai Anda berhenti dan turun dari kendaraan. Setelah itu, barulah Anda lampiaskan kesenangan Anda sewajarnya dan tak berlebihan.

7. Terlalu Marah

Pengemudi marah

Saat mengemudi di jalanan, Anda banyak menjumpai banyak hal yang salah satunya kadang membuat kesal dan marah seperti pengemudi motor yang ugal – ugalan, pengemudi lain yang menekuk di depan Anda tanpa isyarat, mengerem mendadak di depan Anda, atau kemacetan. Bila kemarahan sudah tak bisa Anda tahan, lebih baik Anda segera menepi dan berhenti sejenak. Tarik nafas dalam – dalam dan hembuskan pelan – pelan. Kembalikan pikiran sehat dan redakan amarah Anda. Barulah meneruskan mengemudi saat kondisi pikiran sudah normal. Terlalu marah saat mengemudi bisa mengurangi kehati-hatian yang berisiko menimbulkan kecelakaan.

8. Terlalu Sakit

Sakit perut, sakit kepala, sakit gigi, sakit mata, sakit kulit, sakit tulang atau apapun sakitnya, bila sudah terlalu sakit bisa menghilangkan konsentrasi dan kewaspadaan saat mengemudi. Bila memang merasakan sakit, jangan memaksakan diri mengemudi kendaraan. Jangan merasa seolah-olah Anda sehat dan tak merasakan apa – apa.

9. Terlalu Cepat

Walaupun dengan tingkat kewaspadaan tinggi, mengemudi terlalu cepat tetap saja lebih berisiko membahayakan keselamatan. Perlu diingat, faktor keselamatan dalam mengemudi bukan hanya tergantung pada pengemudinya. Faktor kendaraan, pengguna jalan lain, serta faktor alam juga mempengaruhi. Saat mengemudi terlalu cepat, bisa saja kecelakaan itu datang karena faktor lain. Anda sudah mengerem, tapi jalanan terlalu licin. Anda sudah benar-benar waspada, tapi kendaraan lain tiba – tiba nyelonong di depan Anda. Adakalanya juga Anda merasa biasa, tapi penumpang lain merasa ketakutan dan ngeri sehingga tidak lagi merasa nyaman.

10. Terlalu Lambat

Salah juga bila Anda mengemudi terlalu lambat di jalan raya saat yang lain berjalan lebih cepat. Anda bisa saja jadi bahan umpatan dan cacian pengendara lain. Apalagi bila Anda berada di jalur cepat, sudah pasti bisa menimbulkan risiko bahaya bagi pengendara lain juga bagi diri sendiri. Jangan kaget bila Anda kena tilang bukan karena terlalu ngebut tapi karena terlalu lambat.

Mengemudilah dan aturlah kecepatan kendaraan seimbang dengan kendaraan – kendaraan lain di sekitar Anda. Bila harus melambat, gunakan jalur kiri dan nyalakan lampu sein kiri.

11. Terlalu Terburu – buru

Pengemudi Bus Terburu - buru

Ini adalah sikap mengemudi paling buruk dan paling berbahaya. Mengemudi terlalu buru-buru cenderung mengabaikan faktor keselamatan. Tidak ada lagi kata patuh pada aturan. Banyak pelanggaran dilakukan seperti menyalip di tikungan, menyalip dari samping kiri, menerobos lampu merah, tidak menjaga jarak aman, tidak menyalakan lampu sein saat menikung, berkali-kali mengerem mendadak, melibas bahu jalan dan trotoar .

Bila Anda memiliki urusan di tempat yang harus Anda tempuh dengan kendaraan, usahakan jangan mepet waktu. Berangkatlah lebih awal agar Anda lebih tenang saat mengemudi dan tidak terburu – buru. Selain lebih aman, Anda akan memiliki cukup waktu untuk beristirahat..

Itulah 11 keterlaluan yang harus dihindari saat mengemudi karena berisiko menimbulkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan. Kondisi badan yang fit, pikiran fresh, serta kendaraan tak bermasalah adalah kondisi aman untuk mengemudi. Namun itu tidaklah cukup bila tidak diimbangi dengan sikap mengendara yang baik dengan selalu memperhatikan semua peraturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan. Selamat mengemudi !

BonusCewek Ngebut

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *