5 Anggapan “Salah Kaprah” Soal Minum air

Minum air bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan siapapun termasuk Anda. Asal ada air yang siap diminum, Anda tinggal minum saja tanpa syarat apapun. Namun, apakah Anda sudah yakin cara yang Anda lakukan tepat? Faktanya masih terdapat banyak hal yang sebenarnya kurang tepat namun sudah jamak berlaku di masyarakat sehingga menjadi suatu hal yang salah kaprah alias hanya mitos.

Air Putih

Berikut adalah beberapa pemahaman yang kurang tepat yang sebaiknya diketahui agar manfaat dari minum air dapat dirasakan secara maksimal.

1. Minum air ketika sudah menjalani olahraga

Yang sering dilakukan, orang akan minum air setelah melakukan olahraga dan jarang yang melakukannya sebelum olahraga. Menurut seorang trainer olahraga asal New York Amerika Serikat, Larysa Didio, sebaiknya lakukan minum air setengah jam sebelum mulai olahraga paling tidak satu gelas guna memenuhi nutrisi dan air yang menggerakkan otot serta menghindarkan dari dehidrasi.

2. Minum air 8 gelas per hari

Kerap kali ukuran jumlah air minum yang dikonsumsi dipatok rata yaitu 2 liter atau 8 gelas per hari. Padahal tidak semua orang membutuhkan air dalam jumlah tersebut. Adakalanya lebih banyak, adakalanya juga lebih sedikit. Semuanya disesuaikan dengan berat badan dan ukuran badan seseorang. Sebenarnya, bagi orang yang memiliki aktifitas harian ringan, minum air putih 2 hingga 2.5 liter per hari sudah cukup optimal. Dan tentu saja, bagi yang memiliki aktifitas berat atau lebih banyak berada di bawah terik matahari siang hari membutuhkan konsumsi air putih lebih dari itu.

3. Menghindari minum kopi dan teh

Banyak yang meyakini bahwa kandungan kafein kopi dan teh bisa memicu dehidrasi. Namun nyatanya tidak demikian. Menurut ahli gizi asal New York, Lisa Cashman, kafein pada teh dan kopi dapat menyebabkan dieuretik atau rasa ingin buang air kecil berlebihan. Akan tetapi, cairan didalam kedua jenis minuman tersebut juga memberikan banyak asupan cairan ke dalam tubuh. Jadi, anggapan di atas hanyalah sebuah mitos.

4. Frekuensi minum tak menentu

Banyak orang menganggap bahwa minum air hanyalah dibutuhkan saat merasa haus. Dan bila tak merasa haus, orang akan jarang minum.

Ternyata, yang terbaik adalah membiasakan diri minum secara rutin dan teratur. Bahkan saat belum terasa haus pun seperti orang yang bekerja di ruangan ber-AC atau hanya berada di depan komputer, minum air terutama air putih tetap dibutuhkan. Minum air putih secara rutin dan teratur, terlebih pada waktu – waktu terbaik untuk minum air adalah salah satu cara meminimalkan risiko terkena batu ginjal dan infeksi saluran kemih.

5. Bingung antara kebutuhan air dan makan

Saat harus memilih antara kebutuhan pangan dan air, ternyata banyak orang yang kebingungan. Disarankan oleh ahli kesehatan, tidak perlu bingun harus mendahulukan yang mana. Tetapi, akan lebih baik bila mengiringi makan dengan minum. Minum air juga baik dilakukan sebelum makan guna rasa lapar yang sebenarnya bisa diketahui secara pasti sehingga porsi makan yang akan dikonsumsi bisa diukur dengan pas.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *