6 Kiat Rasulullah Melestarikan Lingkungan

Sebagai makhluk paling sempurna dan paling agung, Rasulullah benar-benar menjadi suri tauladan terbaik bagi manusia dalam segala hal, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan dan alam.

Rasulullah adalah orang yang paling menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan dunia. Kiat yang Rasulullah ajarkan dalam melestarikan lingkungan benar-benar menjadi dasar bagaimana menjalani pola hidup sehat dan membentuk lingkungan yang sehat. Prinsip umum dan utama yang Rasulullah ajarkan dalam melestarikan lingkungan adalah Rasulullah melarang melakukan pengrusakan di muka bumi.

Melestarikan Lingkungan

Berikut adalah 6 kiat melestarikan lingkungan yang diajarkan Rasulullah :

1. Buanglah kotoran pada tempatnya

Rasulullah melarang kita buang kotoran sembarangan sebagaimana sabdanya.
“Jauhilah tiga perilaku terlaknat; buang kotoran di sumber air, di pinggir jalan, dan di bawah naungan pohon.” (HR Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Selain mengganggu kenyamanan, buang kotoran sembarangan bisa merusak lingkungan dan menjadi sebab timbulnya berbagai macam penyakit.

2. Jauhkan segala hal yang membahayakan di jalanan

Rasulullah memberikan petunjuk bagaimana menciptakan situasi nyaman dan kondusif dengan melarang orang duduk-duduk di pinggir jalan bila tidak dalam keadaan terpaksa.
“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan.” Para sahabat bertanya,
“Bagaimana kalau terpaksa untuk duduk dan mengobrol?” Rasulullah menjawab, “Bila terpaksa, maka tunaikan semua hak jalan.”
Mereka bertanya, “Apa haknya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan mata, menjauhkan bahaya, menjawab salam, amar makruf dan nahi mungkar.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sangat jelas sekali dan bisa diterima akal. Duduk-duduk di pinggir jalan tanpa kepentingan yang sangat mendesak memang dapat menimbulkan rasa risih bahkan ketakutan bagi orang yang mau lewat. Namun itu bukan larangan yang sifatnya paten. Rasulullah pula mengajarkan, bila memang terpaksa, keadaan mengharuskan harus duduk dan ngobrol di pinggir jalan, maka sebaiknya berikan kemudahan bagi orang yang ingin lewat dengan tidak menatap secara tajam agar tidak menimbulkan ketakutan dan rasa risih. Sebaiknya pula menghindarkan segala hal – hal yang berisiko menimbulkan celaka dan bahaya bagi pemakai jalan seperti membuang duri, batu, ataupun perkara lain yang bisa mengganggu pemakai jalan.

3. Selalu menjaga kebersihan

Tidak terpaku pada kotoran dalam jumlah yang banyak, kotoran – kotoran kecil juga dianjurkan untuk dibersihkan agar lingkungan tetap terjaga keindahannya.

“Semua amalan umatku ditampakkan kepadaku baik dan buruknya. Aku dapatkan di antara amal kebajikan adalah menghilangkan bahaya dari jalanan dan aku temukan di antara amalan yang buruk adalah membuang ingus di masjid dan tidak dibersihkan.” (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).

Lingkungan Bersih

4. Jangan mencemari lingkungan

“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik yang mencintai kebaikan, Maha Bersih yang mencintai kebersihan. Oleh sebab itu, bersihkanlah halaman-halaman rumah kamu dan jangan menyerupai Yahudi.” (HR Tirmidzi dan Abu Ya’la).

Sebagaimana poin sebelumnya, perintah untuk menjaga kebersihan sejalan dengan larangan mencemari lingkungan. Kita dilarang melakukan hal – hal yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan seperti buang air kecil di air yang tidak mengalir, buang air besar tidak pada tempatnya, membuang sampah sembarangan, membuang limbah berbahaya di sungai, menimbun sampah berbahan logam dan plastik, mengotori udara dengan asap berbahaya, dan sebagainya.

5. Menghidupkan lahan mati

Menghidupkan lahan mati dengan menanami berbagai macam pepohonan bermanfaat sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Selain mendatangkan pahala sebagaimana sabdanya :

“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon kecuali buah yang dimakannya menjadi sedekah, yang dicuri sedekah, yang dimakan binatang buas adalah sedekah, yang dimakan burung adalah sedekah, dan tidak diambil seseorang kecuali menjadi sedekah.” (HR Muslim dan Ahmad)

dan sabdanya :

“Barang siapa yang menghidupkan lahan mati, baginya pahala. Dan semua yang dimakan burung dan binatang menjadi sedekah baginya.” (HR An-Nasai, Ibnu Hibban dan Ahmad),

menghidupkan lahan mati dengan menanami pepohonan bisa membuat keseimbangan ekosistem dan rantai makanan. Selain itu juga dapat mencegah bumi dari berbagai bencana seperti longsor, banjir serta kekeringan.

6. Hemat energi

Suatu ketika Rasulullah melewati Sa’ad yang saat itu sedang berwudhu (dan menggunakan banyak air). Rasulullah menegur, “Mengapa boros wahai Sa’ad?” Sa’ad menjawab, “Apakah ada pemborosan air dalam wudhu?” Rasul menjawab, “Ya, walaupun kamu berada di sungai yang mengalir.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

Sekalipun keadaan air berlimpah, Rasulullah tetap menganjurkan untuk berhemat dan tidak melakukan pemborosan.
Begitu pula untuk energi yang lain, sebaiknya lakukan penghematan agar tidak menimbulkan dampak kerusakan yang besar terhadap lingkungan.

Sudah pasti, bila kita bisa meneladani dan melestarikan lingkungan seperti diajarkan oleh Rasulullah, alam pun akan menjadi sahabat yang baik buat kita dan hidup kita akan aman, makmur dan sejahtera.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *