Mitos – Mitos Seputar Payudara Wanita

Mitos seputar payudara berkembang karena ketabuan masyarakat akan pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan payudara.

Tubuh montok dan keren adalah sesuatu yang sangat diidamkan kebanyakan wanita. Terlebih wanita yang memiliki paras cantik. Tentu akan menjadi suatu kebanggaan karena akan bisa menjadi daya tarik yang lain. Diantara tubuh yang montok yang menjadi idaman adalah payudara.

Ya, payudara adalah salah satu mahkota yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wanita. Karenanya banyak para wanita berusaha dan melakukan berbagai cara agar payudara miliknya terlihat montok, kencang, indah, dan menarik perhatian.

Namun, sebagai salah satu bagian anggota tubuh, payudara wanita juga tak lepas dari fenomena kesehatan. payudara wanita bisa saja sehat, bisa juga terkena penyakit selayaknya anggota tubuh lain. Salah satu penyakit yang paling menakutkan karena akibat yang ditimbulkan adalah kanker payudara. Kanker payudara dianggap sebagai penyakit paling mematikan bagi kebanyakan wanita yang menderitanya.

Berbagai riset dilakukan oleh para ahli, namun sampai sekarang belum diketahui secara pasti hal-hal yang menyebabkan penyakit kanker payudara. Walhasil, banyak hal-hal di luar akal sehat atau mitos beredar di masyarakat yang akhirnya menimbulkan berbagai anggapan salah dan tak bisa dipertanggung jawabkan.

Mitos – mitos inilah yang kemudian membuat sebagian wanita ketakutan untuk melakukan pemeriksaan terhadap payudaranya sehingga mereka tidak tahu jika kemudian ditemukan gejala – gejala yang mengarah pada timbulnya kanker.

Berikut adalah beberapa mitos seputar payudara yang sudah terlanjur beredar di sebagian kelompok masyarakat.

Pertama; Jika di payudara ditemukan benjolan, itu tandanya sudah terkena kanker payudara.

Mitos ini tidak pasti benar, bahkan hampir semuanya salah. Karena tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Namun, jika kulit payudara mengalami iritasi, puting susu terasa nyeri, kulit mengelupas, atau putting susu mengeluarkan cairan selain air susu, Anda layak untuk mewaspadai dan melakukan pemeriksaan medis.

Kedua; Salah satu penyebab kanker payudara adalah Mammografi

Mammografi adalah melakukan pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X dosis rendah. Banyak wanita takut melakukan mammografi karena ada mitos yang mengatakan bahwa melakukan pemeriksaan dengan sinar X pada payudara justru akan menimbulkan kanker payudara.

Mitos ini sepenuhnya tidak benar. Dengan melakukan mammografi akan lebih mudah mendeteksi jika ada sesuatu yang tidak beres pada payudara sehingga akan memudahkan dalam mengambil tindakan antisipasi. Hanya saja, mammografi harus dilakukan dengan waktu yang tepat dan dosis yang tepat pula. Beberapa ahli kesehatan menyarankan agar wanita yang umurnya sudah melewati paruh baya untuk melakukan mammografi dengan durasi antara 1-1,5 tahun sekali.

Ketiga; Pemilik payudara besar lebih gampang terkena kanker payudara

Jika mitos ini benar tentu membuat was was para pemilik payudara besar. Terlebih jika payudara besarnya telah membuat dirinya tampil lebih keren dan menarik. Atau berkat payudaranya yang besar membuat nama dirinya dikenal di seluruh dunia. Beruntunglah para pemilik payudara besar karena mitos ini tidak pasti benar. payudara besar belum pasti lebih mudah terkena kanker dari pada payudara kecil. Begitu juga sebaliknya, payudara kecil juga belum pasti selalu aman dari risiko kanker payudara.

Hingga saat ini tidak ada perbedaan antara payudara besar dan kecil. Belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa ukuran payudara menjadi sebab timbulnya kanker payudara. Semua ukuran sama-sama memiliki kemungkinan risiko terkena kanker payudara.

Keempat; Kanker payudara muncul karena memakai bra khususnya saat tidur

Entah mengapa mitos ini begitu berkembang luas di kalangan para wanita. Mereka berangapan bahwa memakai bra dapat menghambat sirkulasi darah pada payudara. Apalagi jika bra yang dipakainya sangat ketat atau terbuat dari bahan kawat yang tidak mudah lentur.

Faktanya, belum ada satu penelitian pun dari para ahli yang berani memastikan bahwa memakai bra dapat menyebabkan kanker payudara. Termasuk yang memakainya pada saat tidur.

Kelima; Payudara besar lebih menarik dan disukai pria

Tidak pasti juga. Suka atau tidak suka terhadap sesuatu adalah relatif. Ada pria yang menyukai payudara besar, ada juga yang menyukai sebaliknya, namun ada juga yang tidak peduli terhadap ukuran payudara.

Sebuah lembaga di Inggris pernah melakukan sebuah penelitian pada tahun 2002 untuk mengetahui ukuran payudara yang disukai pria. Dari total koresponseden yang mengikuti survey ini, 14% pria mengatakan suka pada wanita dengan payudara besar, 53% lagi mengatakan suka pada payudara ukuran sedang, 5% lainnya suka payudara yang memiliki bentuk dan ukuran kekanak – kanakan. Sedangkan untuk sisanya yang 28% tidak peduli pada ukuran payudara. Bagi mereka, ukuran payudara bukanlah yang penting untuk diperhatikan. Mau besar, sedang, kecil ataupun kekanak – kanakan, mereka tidak mempermasalahkannya.

Keenam; Berhubungan intim dapat memperbesar payudara

Anggapan ini bisa benar bisa juga salah. Pada saat melakukan hubungan intim, payudara akan sedikit membesar dikarenakan meningkatnya sirkulasi darah dan membengkaknya kelenjar susu. Perubahan ini akan segera berakhir dan berangsur – angsur normal setelah aktifitas intim selesai.

Jadi, mitos seputar payudara yang mengatakan bahwa payudara menjadi besar karena melakukan hubungan intim hanya berlaku sementara dan bukan bersifat permanen.sport-bra-mitos-seputar-payudara

Antisipasi

Sebelum semuanya terlambat dan sebelum kanker payudara benar – benar menjangkiti, akan lebih baik jika para wanita melakukan langkah – langkah antisipasi. Lakukan tindakan SADARI (Pemeriksaaan Payudara Sendiri) agar jika ada hal – hal yang mencurigakan bisa langsung diketahui. Apakah ada yang berubah dari payudaranya, Apakah bentuknya masih simetris dan seimbang payudara kanan dan kiri, Apakah ada kerutan pada kulitnya ? Jika memang ditemukan hal – hal yang mencurigakan segera periksakan ke dokter agar segera didiagnosa, dan jangan hanya terjebak pada anggapan yang tidak bertanggung jawab seperti mitos seputar payudara di atas.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *