counter 6 Tanda Anak Kecanduan Gadget Yang Perlu Diwaspadai – Sami Share

Info

6 Tanda Anak Kecanduan Gadget Yang Perlu Diwaspadai

on

Teknologi tak hanya merambah dunia orang dewasa dan kaum tua. Ketertarikan pada teknologi berbentuk gadget ternyata juga menyasar para remaja dan anak-anak. Bahkan tak sedikit pula yang mewarnai kehidupan anak di bawah umur. Ya, gadget memang sebuah fenomena baru masyarakat dunia. Tak hanya informasi bisa diterima secara up to date, teknologi juga merubah pola komunikasi menjadi lebih praktis, efektif dan efisien. Orang menjadi tahu sesuatu yang sebelumnya asing hanya dalam waktu singkat.

Secara nyata, teknologi gadget memberikan banyak keuntungan pada banyak pihak. Meski demikian, hukum alam selalu berbicara. Dimana ada keuntungan, di sisi lain pasti hal – hal yang bersifat merugikan. Teknologi juga memiliki sisi – sisi buruk yang sangat merugikan bila tidak bisa di antisipasi secara dini. Yang paling mudah terimbas dampak buruk teknologi biasanya kaum remaja, anak – anak dan para balita. Kondisi psikologis dan mental mereka masih labil. Emosi mereka mudah berubah sejalan dengan apa yang mereka lihat, mereka dengar dan mereka ketahui. Benak mereka juga masih belum begitu jauh berpikir manfaat dan madharat teknologi yang sedang mereka nikmati bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Yang mereka tahu masih sebatas kondisi ‘saat ini’. Apa yang mereka rasakan menyenangkan mereka lakukan. Apa yang menurut mereka menghibur selalu ditekuni, tanpa ada pertimbangan apakah hal tersebut produktif atau sia – sia.

Di sekeliling kita bisa kita lihat dimana banyak para remaja dan anak – anak yang seolah memiliki ketergantungan dengan gadget mereka. Tak kenal tempat dan situasi, dimana ada kesempatan untuk memainkan pasti tangannya tak bisa diam. Tak peduli itu berada di pinggir jalan, di lapangan, di lingkungan sekolah, di pasar, di mall, di tempat ibadah, dan di tempat lainnya. Bahkan di kuburan pun saat mengiring jenazah yang dimakamkan masih sempat – sempatnya bermain gadget.

Mereka juga tak ambil pusing entah itu ramai – ramai bersama temannya, sedang berdua atau sedang sendiri, selalu saja gadget yang diprioritaskan. Tak heran bila kita sering melihat para remaja sedang nongkrong dengan teman temannya, tapi suasanya terlihat sunyi. Masing – masing disibukkan oleh aktivitas pribadinya, apalagi kalau bukan dengan gadgetnya.

Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi pada anak – anak Anda terutama yang masih di usia balita. Anda pasti tidak ingin buah hati Anda kelak menjadi bagian orang – orang yang kecanduan gadget dan ketagihan teknologi. Secara jelas Anda bisa melihat perubahan perilaku anak – anak Anda yang menjadi tanda ketergantungan pada gadget. Berikut tanda – tanda anak kecanduan gadget yang perlu diwaspadai.

  • Pertama; Omongannya didominasi soal gadget, game, atau teknologi secara kontinyu.
  • Kedua; Terlena dan enggan melakukan hal – hal yang tidak berkaitan dengan isi gadget.
  • Ketiga; Acuh tak acuh dan tidak peduli dengan keadaan sekelilingnya.
  • Keempat; Mulai mudah berbohong.
  • Kelima; Suka mencari alasan (ngeles) dan sering melawan setiap kali di ajak biacara.
  • Keenam; terlihat stres dan gelisah saat dipisahkan dari gadgetnya.

Bila keenam tanda di atas sudah terlihat menghinggapi anak – anak, sebaiknya segera lakukan langkah – langkah perbaikan. Jangan dibiarkan hal itu terjadi terus menerus tanpa upaya merubah perilaku mereka karena akan berefek buruk bagi perkembangan mental dan sosial mereka saat mereka tumbuh dewasa.

Bagaimana cara menghilangkan perilaku kecanduan gadget mereka?

Bersihkan sifat ketergantungan mereka dengan melakukan pembersihan otak dan mental atau digital detox. Caranya bisa bermacam-macam seperti :

  1. Sembunyikan gadget mereka secara halus dengan memberikan pengertian bahwa apa yang dilakukan kurang baik. Berikan iming – iming bila mereka mau menyelesaikan tugas yang Anda berikan, mereka boleh mempergunakan lagi gadgetnya. Bila anak merespon tips pertama ini tanpa protes dan ‘perlawanan’, lakukan hal secara berkala. Lama kelamaan anak akan terbiasa tidak tergoda bermain gadget sebelum tugasnya selesai.
  2. Bila cara pertama kurang berhasil, Anda butuh sedikit ketegasan. Sita dan ambil gadget mereka dalam waktu agak lama. Di awal – awal mereka mungkin marah dan ngambek karena kesenangannya diputus. Namun hal ini terkadang perlu dilakukan agar anak rasa kecanduan anak – anak lambat laun makin berkurang. Tunjukkan dan berikan pengertian bahwa apa yang Anda lakukan bukan semata-mata karena kebencian, tapi karena rasa sayang yang begitu besar.
  3. Batasi waktu bermain gadget. Umumnya anak enggan berhenti memainkan gadget. Keasyikan bermain game misalnya bisa membuat mereka lupa waktu dan lupa banyak hal pentng lainnya seperti lupa mandi, lupa makan, lupa tidur, lupa PR, lupa belajar, lupa ibadah. Sebagai orang tua, Anda harus benar – benar membatasi waktu penggunaan gadget agar tidak menjadi kebiasaan buruk anak melupakan hal lain yang lebih penting dan prioritas. Pangkas waktu mereka bermain gadget hanya 10 menit, 20 menit atau hanya setengah jam. Jadwalkan juga jam jam penting dimana anak sama sekali tidak boleh bermain gadget seperti waktu untuk tidur siang, sore untuk les, petang untuk ibadah, dan malam waktu belajar.
  4. Dengan memberikan batasan waktu anak bermain gadget, setidaknya anak akan mendapatkan pengertian bahwa gadget yang mereka mainkan bukan hal utama, ada hal lain yang lebih penting dilakukan.

Sudah seharusnya orang tua mengerti tanda anak kecanduan gadget dan tanggap terhadap kondisi yang ada. Jangan sampai karena kurangnya pengawasan anak jadi berkembang dalam dunia yang bukan seharusnya akibat dari kurangnya interaksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *