counter Ini Bahayanya Mengkonsumsi Makanan Kedaluwarsa – Sami Share

Info

Ini Bahayanya Mengkonsumsi Makanan Kedaluwarsa

on

Makanan kedaluwarsa adalah makanan yang sudah melewati batas waktu layak untuk dikonsumsi. Makanan ini masuk kategori makanan tidak sehat dan berbahaya karena sudah kehilangan gizi penting yang dikandungnya. Selain itu juga disinyalir mengandung banyak bibit penyakit seperti jamur dan bakteri.

Ciri-ciri makanan kedaluwarsa

Menjelang memasuki masa kedaluwarsa, makanan biasanya masih terlihat baik dari segi penampilan dan belum menunjukkan tanda-tanda bahwa makanan tersebut tidak layak dikonsumsi. Meski demikian, gizi dan nutrisi makanan tersebut sudah mulai berkurang karena mengalami penguapan. Perubahan baru terlihat jelas manakala makanan tersebut benar – benar sudah lewat tanggal kedaluwarsa dan tidak layak untuk dikonsumsi. Ciri-cirinya:

  • Rasa mulai berubah
  • Mengeluarkan bau tak sedap
  • Mulai tumbuh jamur
  • Lengket dan berlendir
  • Mudah hancur
  • Ada belatung atau ulat
  • Warna dan bentuk aslinya berubah

makanan-berjamur

Bagaimana makanan bisa dinyatakan makanan kedaluwarsa?

Sebenarnya makanan kedaluwarsa tidak terbatas pada makanan yang telah melewati batas tanggal kedaluwarsa. Secara lebih luas makanan kedaluwarsa adalah makanan yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi karena mengalami pengrusakan. Contohnya seperti:

  1. Makanan kemasan kardus yang kardusnya rusak akibat berbagai hal, seperti tertindih benda berat melebihi aturan tumpukan. Atau rusak akibat proses distribusi yang sembarangan seperti dilempar, ditendang atau terbentur-bentur. Sedikit sobekan, lubang atau sayatan memungkinkan kotoran terbawa udara masuk ke dalam kardus.
  2. Makanan kemasan kaleng yang kalengnya telah penyok atau berlubang. Meski tanggal kedaluwarsanya masih lama, adanya lubang kecil membuat makanan tersebut terkontaminasi dengan kotoran karena kontak dengan udara bebas. Bahaya yang ditimbulkan sama besarnya dengan makanan kedaluwarsa karena melewati batas layak dikonsumsi.
  3. Makanan kemasan plastik yang kemasannya rusak seperti ada sobekan, tersayat atau berlubang. Kondisi seperti ini membuat kotoran dari luar dan debu yang tak terlihat masuk dan bercampur dengan makanan.
    kemasan-plastik-berlobang

Untuk makanan yang dijual tanpa kemasan, sifat tidak layak konsumsi yang bisa dilihat melalui perubahan yang ada. Paling umum adalah baunya yang sudah tak sedap, berlendir dan mulai tumbuh jamur.

Bahaya mengkonsumsi makanan kedaluwarsa

Dikarenakan tidak adanya gizi dan karena adanya perubahan tampilan, bau, atau rasa, makanan kedaluwarsa sangat dianjurkan untuk tidak dimakan. Mengkonsumsi makanan kedaluwarsa bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan meski tidak langsung terasa. Diantara beberapa bahaya mengkonsumsi makanan kedaluwarsa yaitu:

1. Diare

Makanan kedaluwarsa yang memiliki tekstur basah biasanya akan berlendir dan berbau tidak sedap. Selain itu, terkadang juga muncul belatung atau belatung yang menandakan bahwa makanan tersebut rusak adn sedang dalam proses pembusukan. Sekalipun dimasak dengan berbagai cara, makanan dalam konsisi seperti ini berpotensi menyebabkan diare.

2. Sakit perut

Adakalanya makanan kedaluwarsa sudah berjamur. Bila begitu keadaannya hampir bisa dipastikan makanan tersebut sudah ditumbuhi bakteri akibat proses pembusukan enzim. Dan bila dikonsumsi bisa menyebabkan sakit perut.

3. Keracunan

Menkonsumsi makanan kedaluwarsa dalam jumlah banyak, atau dalam jumlah sedikit tapi terlalu sering bisa bisa mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan. Organ pencernaan bisa cidera akibat reaksi kimia pada makanan tersebut dan bisa menimbulkan keracunan. Tanda awal keracunan makanan paling jelas terlihat adalah muntah-muntah.

4. Sembelit

Makanan kedaluwarsa sudah kehilangan gizi termasuk serat yang berfungsi melancarkan sistem pencernaan. Bila dikonsumsi bisa berisiko terkena sembelit dan susah buang air besar. Pembuangan sisa kotoran dalam perut menjadi sulit dan terkadang mengeluarkan darah.

5. Berpotensi membuat lambung anak terluka

Bahaya mengkonsumsi makanan kedaluwarsa juga bisa terjadi pada anak-anak. Dan anak-anak cenderung lebih rentan terkena dampak buruk. Anak yang mengkonsumsi makanan kedaluwarsa lebih mudah mengalami iritasi pada lambung diakibatkan penguraian kimiawi yang terjadi akibat kedaluwarsa. Anak akan mudah merasakan sakit perut akibat hal tersebut.

6. Mengancam perkembangan janin

Bagi ibu hamil, makanan kedaluwarsa adalah makanan tidak sehat dan harus dihindari karena membahayakan. Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga pada janin yang dikandungnya. Hal ini karena makanan kedaluwarsa tidak memiliki nutrisi yang memadai, jadi asupan gizi terhadap janin pun tidak terpenuhi secara cukup. Perkembangannya jadi terhambat. Belum lagi bila mengandung bakteri berbahaya, sangat mungkin membuat pertumbuhan janin tidak normal.

Antisipasi agar tidak mendapati makanan kedaluwarsa

Kebanyakan orang mengabaikan hal ini, terlebih bila itu berupa makanan kemasan. Setelah tahu ada perubahan makanan yang dibelinya atau merasakan efek buruk setelah mengkonsumsinya, baru mereka sadar kalau makanan yang dibelinya sudah kedaluwarsa.

Untuk mengantisipasi agar tidak mendapatkan makanan kedaluwarsa saat membeli makanan kemasan, ada beberapa hal yang penting harus diperhatikan. Hal ini penting guna mencegah risiko buruk yang bisa timbul.

  • Perhatian baik-baik tanggal atau bulan batas kedaluwarsa yang tertera pada label kemasan di bagian luar, atau yang tertera pada tutup kemasan. Biasanya disitu tertera tanggal produksi serta batas layak dikonsumsi.
    cek-tanggal-kedaluwarsa-pada-kemasan
  • Bila kemasan transparan seperti plastik, botol atau kemasan lain yang transparan, perhatikan bentuk dan penampilan makanan. Bila terlihat bintik bintik seperti jamur atau bila dibolak-balik tampak berlendir, ada kemungkinan makanan tersebut telah kedaluwarsa.
  • Perhatikan kapan produk makanan kemasan pertama kali masuk ke gudang dan mulai dijual. Biasanya penjelasan terdapat pada bagian luar kemasan.
  • Sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan kemasan yang terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Besar kemungkinan, nutrisi makanan tersebut telah bereaksi secara kimiawi dengan sinar matahari. Meski belum melewati batas kedaluwarsa dan dari penampilan seperti tidak ada perubahan, namun dari kualitas gizi dan rasa pasti berkurang.
  • Sebaiknya memilih produk makanan yang memiliki masa kedaluwarsa masih lama, kurang 3 atau 4 bulan. Semakin lama semakin baik dan masih bisa dijamin kualitasnya.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *