counter Bahaya Meniup Minuman Panas Sebelum Diminum – Sami Share

Lifestyle

Bahaya Meniup Minuman Panas Sebelum Diminum

on

Meminum minuman yang panas sambil ditiup sebelum diminum memang cukup asyik, dan itu merupakan suatu hal yang biasa dilakukan banyak orang. Apalagi pada waktu pagi hari dimana teh manis ataupun kopi panas sudah tersedia di meja akan terasa santai dengan sesekali meniupnya lalu menyeruputnya.

Bukan sekedar gaya-gayaan namun meniup minuman yang masih panas bisa membuat minuman cepat dingin dan akan terasa nyaman di mulut. Dan tentu saja hal semacam ini seolah bisa menjadi rutinitas dan keasikan tersendiri.

Tapi tahukah Anda, bahwa cara yang cukup mengasikkan itu ternyata bisa membahayakan bagi kesehatan. Berikut ini adalah penjelasan secara ilmiah mengenai bahaya meniup minuman panas sebelum diminum.

Meniup minuman yang masih panas

Pramono, seoarang dokter ahli gizi dari RSUD Ulin Banjarmasin membeberkan penjelasanya di Group Gerakan Sadar Gizi terkait masalah tersebut serta mengatakan alas an-alasanya.

Menurutnya, bahwa meniup makanan atau minuman akan memberikan banyak peluang adanya transfer kuman-kuman dari si peniup ke makanan atau minuman yang sedang ditiupnya.

“Bayangkan apabila si peniup sedang sakit flu, TBC atau mungkin hepatitis maka kemungkinan penularan akan terjadi,” tulis Pramono.

Selain adanya transfer kuman, ketika kita sedang meniup makanan ataupun minuman maka secara otomatis gas CO2 akan keluar dari dalam mulut kita. Sedangkan menurut raksi kimia, apabila ada uap air yang bereaksi dengan karbondioksida maka akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang memiliki sifat asam, sehingga hal semacam ini bisa menjadikan masalah bagi kesehatan tubuh kita.

Walaupun hal semacam ini masih menjadi perdebatan karena, ada yang memiliki pendapat juga bahwa reaksi antara CO2 dan HO2 hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. Pasalnya, C02 hanya dapat larut di dalam air dengan tekanan tinggi, dan membentuk H2C03. Pada suhu 25 derajat celcius, kc=1.70×10-3.

Sedangkan untuk mencapai keseimbangan maka membutuhkan kalisator hingga reaksi antara CO2 dan HO2 akan terjadi. Dan apabila tidak ada kalisator maka reaksi inipun juga akan terjadi namun berjalan secara lambat. Dan H2CO3 sendiri merupakan asam lemah.

Disamping itu ada alasan lain mengapa kita tidak boleh meniup minuman panas sebelum menyeruputnya. Sebenarnya yang jadi permasalahan bukanlah pada airnya melainkan pada komponen yang berada pada air tersebut.

Apabila didalam air mengandung zat Kapur Tohor (CaO) maka jika terkena tiupan nafas manusia maka akan bereaksi dengan CO2 dalam nafas dan kemudian akan menjadi batu kapur (CaCO3) dan batu kapur inilah yang akan menjadi salah satu dari batu ginjal yang paling sering ditemui. Tentunya ini akan menjadikan bahaya bagi kesehatan tubuh kita.

Bahaya semacam itu bisa kita temui jika kita meniup minuman panas dengan mulut kita, lalu bagaimana jika meniup makanan panas dengan menggunakan kipas?… (sama-sama dalam konteks membuat makanan atau minuman cepat dingin agar terasa nyaman saat dimakan atau diminum).

Pramono pun menjawab, dari sisi ilmiah bahwa meniup makanan dengan mengunakan kipas sangat berbeda sekali dengan meniup makanan atau minuman menggunakan mulut. Karena, nafas yang keluar dari mulut akan mengeluarkan CO2 sedangkan angin yang keluar dari kipas tidak memiliki unsur C02.

“Nafas kalau orangnya sakit bisa menular, kalau kipas seperti angin alami,” jelas Pramono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *