Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan Di Dunia

Kecelakaan kereta api sering berujung pada timbulnya korban jiwa yang tak sedikit.

Kecelakaan tragis antara metromini dengan commuter line di perlintasan kereta api Angke, Tambora, Jakarta Barat, Minggu, 6 Desember 2015 lalu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban khususnya dan dunia transportasi Indonesia pada umumnya. Bagaimana tidak, penumpang yang berharap aman naik kendaraan umum harus menjadi korban karena kecerobohan. Belasan orang meninggal dunia sementara yang lain mengalami luka – luka cukup parah.

Kejadian kecelakaan kereta api dengan korban sebanyak itu memang bisa dipahami. Saat kereta api melaju dengan kecepatan tinggi mengalami kecelakaan baik itu tunggal maupun dengan lawan, dampak yang ditimbulkan akan sangat fatal. Kehancuran yang terlihat serta banyaknya jumlah korban jiwa menjadi pemandangan menyesakkan serta menjadi penilaian betapa dahsyatnya kecelakaan itu terjadi.

Dari sejak pertama kali kereta api diciptakan hingga sekarang, telah banyak terjadi insiden kecelakaan di seluruh dunia. Namun, lima kecelakaan kereta api berikut ini bisa jadi merupakan kecelakaan kereta api paling mematikan di dunia lantara banyaknya korban tewas dan cedera seperti yang terjadi di Sri Lanka tahun 2004, dimana kecelakaan kereta api yang terjadi telah merenggut ribuan nyawa yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

1. Kecelakaan kereta api di Sri Lanka; 1.700+ Tewas

Kecelakaan Kereta Api di Sri Lanka

Tragedi kecelakaan kereta api di Sri Lanka menduduki peringkat pertama kecelakaan kereta api paling mematikan di dunia. Tepatnya 26 Desember 2004 gempa bumi bawah laut yang terjadi di Samudera Hindia memicu gelombang tsunami dahsyat yang menghantam banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, India dan beberapa negara lain.

Naas, saat gelombang dahsyat menghantam Sri Lanka, bersamaan itu pula kereta api The Queen Of the Sea Line jurusan kota Colombo – Galle penuh sesak penumpang sedang melintas di jalur pesisir tepat dimana tsunami menerjang. Akibatnya sungguh mengerikan, kereta api mengalami kehancuran luar biasa. Lebih dari 1.700 orang dikabarkan tewas dalam kecelakaan tersebut.

2. Kecelakaan kereta api di Bihar, India; 800 Tewas

Kecelakaan Kereta Api di Bihar India

6 Juni 1981 sebuah kereta api jurusan Mansi – Saharsa melintas membawa sekitar 1.000 penumpang. Hari itu cuaca sangat hujan dan berangin. Mendekati jembatan sungai Baghmati yang memiliki debit air lebih tinggi dari biasanya awak kereta dikejutkan oleh seekor sapi yang melintas menyeberangi rel. Demi menghindari menabrak hewan tersebut, masinis melakukan pengereman keras. Namun, kondisi rel yang basah membuat kereta tetap meluncur dan menjadi tak terkendali. Kereta api akhirnya tergelincir dan terjun bebas kedalam sungai yang sangat deras. 800 orang dikabarkan tewas dalam kecelakaan itu dan tercatat sebagai kecelakaan kereta api paling mematikan di India dan dunia.

Bantuan yang datang berhasil mengevakuasi korban tewas yang kebanyakan karena terjebak dan tenggelam dalam sungai. Sedangkan sisanya tak pernah ditemukan karena tersapu oleh arus sungai.

3. Kecelakaan kereta api di Saint Michel de Maurienne, Prancis; 700+ Tewas

Kecelakaan kereta api di Saint Michel de Maurienne, Prancis

12 Desember 1917 sebuah kereta api tergelincir di daerah perbukitan Saint Michel de Maurienne. Saat itu bersamaan dengan cuti para tentara Prancis yang kemudian memenuhi gerbong kereta hingga kelebihan penumpang. Para awak kereta sebenarnya mengetahui bila keretanya mengalami kelebihan muatan. Namun masinis tidak bisa menolak untuk melanjutkan keretanya karena diancam oleh disiplin militer.

Sampai di jalur maut Saint Michel de Maurienne kereta tidak mampu melakukan pengereman dan akhirnya mengalami kecelakaan dahsyat disertai kobaran api. 700 hingga 1.000 penumpang dikabarkan tewas dan hari itu menjadi tragedi paling buruk dalam sejarah kereta api Prancis.

3. Kecelakaan kereta api di Ciurea, Rumania; 600+ Tewas

Kecelakaan kereta api di Ciurea, Rumania

Insiden kecelakaan kereta api di Rumania ini menelan korban tewas 600 hingga 1.000 orang. Kala itu, 13 Januari 1917 kereta api yang kelebihan muatan karena penuh sesak dengan tentara Rusia dan pengungsi telah mendekati stasiun Ciurea. Jalur yang menurun ditambah muatan yang berlebih membuat kereta api tidak mampu melakukan pengereman sempurna karena pipa rem rusak. Kereta api akhirnya tergelincir dan terbakar hebat.

5. Kecelakaan kereta api di Guadalajara, Meksiko; 600 Tewas

Kecelakaan kereta api di Guadalajara, Meksiko

Lebih dari 600 orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi tanggal 22 Januari 1915 di Guadalajara, Meksiko.

Bermula saat sebuah kereta api khusus berangkat dari Negara Bagian Colima menuju Pantai Pasifik. Saking sesaknya penumpang hingga banyak yang harus duduk di bagian atap kereta.
Saat melintasi jalur menurun di sebuah lembah, masinis kehilangan kontrol dan tidak mampu melakukan pengereman sempurna. Kereta akhirnya tergelincir dan terjungkal ke bagian lembah yang sangat dalam. Hanya sepertiga orang yang ditemukan selamat, selebihnya tewas dalam kondisi yang sangat memilukan.

Itulah kecelakaan – kecelakaan kereta api paling mematikan di dunia yang pernah tercatat dalam sejarah.

Indonesia sendiri pernah terjadi kecelakaan kereta api mematikan dan menjadi catatan hitam dunia transportasi Indonesia. Saat itu, 19 Oktober 1987 tabrakan dahsyat terjadi di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan antara kereta api ekonomi patas jurusan Tanah Abang – Merak yang berangkat dari Stasiun Kebayoran dengan kereta api ekonomi cepat jurusan Rangkasbitung – Jakarta Kota yang berangkat dari Stasiun Sudimara. Lebih dari 150 orang tewas mengenaskan dan lebih dari 300 orang mengalami cedera dan luka. Peristiwa kecelakaan tragis itu kemudian dikenal dengan Tragedi Bintaro.

Tragedi Bintaro

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *