Dibanding Minuman Manis Bersoda, Nasi Putih Lebih Berbahaya

Sebuah informasi mengejutkan dari Singapura. Berbekal data analisis kesehatan dari empat penelitian besar, otoritas kesehatan negara tersebut membuat sebuah identifikasi bahwa salah satu penyebab utama penyakit diabetes adalah nasi putih. Disebut juga, bahwa makanan pokok orang Asia khususnya Asia tenggara ini lebih berbahaya dari minuman manis bersoda.

Dijelaskan oleh Ketua Eksekutif Dewan Promosi Kesehatan Zee Yoong Kang, bagi negara – negara barat, gangguan kesehatan diabetes bagi warganya lebih banyak disebabkan karena minuman manis bersoda serta obesitas. Namun, tidak begitu bagi orang Asia. Menurutnya, justru orang Asia lebih berpotensi dan berisiko mengalami gangguan diabetes dari sebab nasi putih yang dikonsumsinya. Meski tidak menimbulkan kegemukan, nasi putih mengandung banyak kadar gula yang cukup untuk meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

Dalam penelitian yang dijadikan Mr Zee, diungkap bahwa dengan mengkonsumsi nasi putih secara teratur tiap hari sebanyak satu piring bisa meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes hingga 11 persen. Disingkronkan dengan kebiasaan orang Asia yang memilih nasi putih sebagai makanan pokok mereka, orang Asia memiliki risiko diabetes lebih tinggi dibanding negara lain yang tidak menjadikan nasi putih sebagai santapan utama mereka. Hal ini dikarenakan orang Asia seperti China, Malaysia, Singapura, Indonesia, Vietnam dan negara Asia yang lain memiliki kebiasaan makan nasi putih hingga 3 – 4 piring sehari.

Beberapa solusi diberikan Mr. Zee agar peningkatan kadar gula darah akibat makan nasi putih bisa ditekan. Salah satunya adalah memilih beras putih ukuran panjang dari pada yang ukuran pendek. Atau dengan mencampurkan beras putih dengan 20 persen beras merah sebelum dimasak. Cara ini cukup efektif menurunkan risiko diabetes hingga 16 persen.

Menurut Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong, diabetes merupakan sumber barbagai penyakit lain yang menjangkiti warga Singapura seperti gagal ginjal, buta hingga diampuasi. Negara telah menghabiskan dana negara lebih dari 1 miliar USD pertahun khusus menangani penyakit ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut data International Diabetes Federation (IDF), ada sekitar 9 juga warga Indonesia yang menderita penyakit diabetes. Dari tahun jumlah itu terus meningkat.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

1 Comment
  1. 6 months ago
    Zaid

    Trimakasih infonya, jangan lupa kunjungi halaman kami gan

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *