Pelajaran Berharga Dari Sakitnya Putus Cinta

Kalau Anda pernah putus cinta, Anda pasti tahu bagaimana rasanya. Dunia seakan runtuh bagi Anda. Anda jadi kehilangan semangat dan gairah hidup. Anda tidak lagi menghiraukan pekerjaan Anda. Bahkan yang paling tragis, Anda merasa bahwa tidak ada lagi gunanya hidup lebih lama sehingga timbul keinginan mengakhiri hidup.

Ya, seperti itulah rasanya berpisah dengan orang yang sangat dicintai. Sangat menusuk dan menyakitkan hati. Tak cuma begitu, rasa sakit hati karena putus cinta juga kadang menjalar ke fisik. Tubuh menjadi sakit karena kehilangan nafsu makan, enggan untuk berolah raga, kepala semakin pusing karena otak tak sanggup menahan beban yang sedang Anda rasakan.

Patah Hati

Jika Anda saat ini sedang merasakan sakitnya putus cinta, Anda harus segera bangkit dan menghimpun kembali semangat Anda. Anda tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah Anda. Hidup terus berjalan dan Anda tidak boleh hanya diam, termenung dalam lamunan dan kesedihan. Yakinkan diri Anda bahwa Tuhan telah mengatur segalanya dan Tuhan pasti akan memberi yang terbaik buat Anda.

Dari kasus gagalnya cinta Anda di tengah jalan, setidaknya Anda akan memperoleh hikmah dan dapat mengambil pelajaran berharga sebagai bekal menghadapi problema percintaan di kemudian hari.

Berikut beberapa hikmah dan pelajaran berharga yang dapat Anda ambil dari pahit dan sakitnya putus cinta.

Utamakan Komunikasi

Betapa pentingnya Anda mengetahui secara mendalam tentang diri pasangan Anda. Anda tidak akan mampu menghadapi sifat dan kepribadian dia kalau Anda tidak mengetahui sifat dan kepribadiannya. Karenanya, penting menjalin komunikasi yang baik antara Anda dan dia agar saling mengetahui satu sama lain secara mendalam. Penyesalan memang datang belakangan. Jika sudah terjadi, Anda baru merasakan bahwa keberhasilan menjalin komunikasi adalah kunci utuhnya hubungan Anda dan pasangan Anda.

Saling Terbuka

Komunikasi yang baik melahirkan keterbukaan. Saling menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu disembunyikan memicu tumbuhnya rasa curiga dan tanda tanya. Pada akhirnya hubungan Anda dan pasangan Anda tidak berjalan sepenuh hati. Dia mencintai Anda setengah – setengah, Anda pun mencintainya setengah – setengah.

So, ternyata bukan hal baik hubungan cinta yang tidak didasari keterbukaan.

Kendalikan Emosi

Emosi yang tak terkendali selalu berakhir dengan kerugian dan penyesalan. Tak ada hubungan cinta yang tak dihiasi riak – riak perbedaan, ketidakcocokan serta sedikit bumbu egoisme. Kadang kala hiasan – hiasan tak mengenakkan tersebut membuat diri Anda merasa dianggap rendah dan membuat Anda jadi tersinggung.

Di sinilah ujian cinta itu datang. Apakah emosi Anda akan menguasai akal sehat Anda, atau emosi Anda akan lepas tanpa kendali.

Jika Anda tak mampu mengendalikan emosi, maka Anda akan mudah berucap kata putus pada pasangan Anda. Pada akhirnya ketika situasi menjadi tenang, akal sehat Anda kembali normal, Anda merasakan penyesalan yang mendalam dan merasakan betapa pentingnya kekuatan hati mengendalikan emosi demi utuhnya hubungan cinta.

Jangan Egois

Wajar dan manusiawi jika manusia selalu ingin benar dan menang. Tapi kalau hal ini Anda terapkan dalam hubungan cinta Anda dengan pasangan, bisa saja berakibat tidak baik. Rasa ingin menang dalam setiap perbedaan antara Anda dengan pasangan Anda adalah hal sangat salah. Ujung dari sifat ingin menang sendiri adalah perpisahan, karena Anda dinilai pasangan Anda sebagai orang yang tak bisa menghargai pendapat orang lain.

Lakukan diskusi dengan kepala dingin bagaimana menemukan celah dan jalan keluar menyatukan perbedaan pendapat Anda dan dia tanpa emosi dan tanpa ingin menang sendiri. Mengalah bukan berarti kalah, tapi mengalah dalam perbedaan adalah keutuhan cinta.

Jujur, Apa Adanya

Maksud hati membuat hubungan cinta tahan lama hingga Anda menyembunyikan karakter diri Anda sebenarnya. Namun apa daya, ketidakjujuran Anda akhirnya terbongkar juga.

Anda pura-pura cerdas namun sebenarnya tak bisa, atau Anda pura-pura bodoh padahal Anda tahu dan mengerti. Anda sebenarnya kaya namun pura-pura tak punya. Atau Anda sebenarnya biasa namun pura-pura memiliki segalanya. Itu semua adalah bentuk ketidakjujuran Anda.

Maka tak salah jika pasangan Anda akhirnya meminta putus karena dia merasa dipermainkan dan menjadi objek kebohongan. Kalaupun pasangan Anda tidak minta putus, Anda akan tersiksa dalam perasaan bersalah.

Over Protective Bukan Hal Baik

Manusia memang merasa nyaman jika ada yang melindungi. Terlebih jika pelindungnya adalah orang yang sangat dicintai. Namun Anda salah jika karena maksud melindungi, Anda lantas jadi over protective. Sedikit-sedikit ditanya mau kemana, sama siapa ?, Untuk apa, untuk siapa ? Mengapa dia, mengapa bukan saya ? Sedikit – sedikit dilarang. Jangan kesini jangan kesitu, jangan begini jangan begitu ! Dia akhirnya sebal karena merasa Anda tak bisa percaya sama dia. Melindungi bukan berarti berlebihan. Melindungi adalah membuat dia nyaman dan merasa diperhatikan.

One more, putus cinta adalah menyakitkan. Namun, putus cinta bukanlah putus harapan. Anda harus bangkit dari kegelisahan dan kembali mencari cinta baru yang belum Anda dapatkan tanpa mengabaikan pelajaran berharga yang dapat Anda ambil dari pahit dan sakitnya putus cinta.

Selamat Mencari Cinta !

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

1 Comment
  1. 3 years ago
    Kang Mujib

    Sulit…… 🙁 inilah yang aku alami sekarang,, apalagi orang itu adalah teman sekelasku sendiri

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *