Redakan Marah Dengan 5 Cara Ini

Anda marah ? Itu wajar, karena marah memang sifat bawaan manusia sejak lahir. Yang tidak wajar adalah jika Anda tidak bisa mengendalikan kemarahan Anda sehingga menimbulkan hal yang merugikan.

Rasa marah adalah reaksi yang timbul akibat emosi dalam hati manusia. Ada banyak hal yang menyebabkan manusia marah, namun semua bermuara pada satu hal yaitu ketidak cocokan hati dengan sesuatu hal. Akibat yang timbul kemudian adalah keinginan untuk mengungkapkan perasaan tidak cocok tersebut. Adakalanya ungkapan itu dikeluarkan dengan lembut, namun adakalanya diungkapkan dengan meledak-ledak atau lebih mudah disebut dengan marah.

Ekspresi kemarahan manusia berbeda – beda tergantung situasi dan kondisi. Adakalanya berupa ungkapan kata-kata pedas, adakalanya dengan suara keras, adakalanya dengan diam membisu dan cemberut, adakalanya juga dengan ringan tangan, suka memukul, membanting sesuatu dan sebagainya. Kebiasaan marah yang terlalu sering dapat berdampak buruk pada mental serta fisik. Dampak buruk pada mental diantaranya adalah kehilangan daya pikir jernih, malas melakukan sesuatu, serta mudah berbuat salah. Sedangkan dampak buruk pada fisik, orang yang marah akan mudah terkena stress dan gangguan kesehatan lain seperti sulit tidur, berkurangnya nafsu makan dan sebagainya. Oleh karena itu, rasa marah harus selalu dikendalikan.MARAH

Kalau Anda sedang dalam keadaan ingin marah, cobalah lakukan 5 tips sehat di bawah ini agar kemarahan Anda dapat mereda dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan baik diri Anda sendiri maupun orang lain.

1. Diam dan tarik nafas dalam – dalam

Saat Anda merasa bahwa kemarahan Anda sudah tak tertahankan dan harus Anda lampiaskan, cobalah untuk tenang. Diamlah sejenak dan tarik nafas Anda dalam-dalam dan hembuskan pelan-pelan. Lakukan hal ini berulang-ulang sampai kemarahan Anda mereda.
Ketika Anda menarik nafas, oksigen akan masuk ke dalam paru-paru Anda. Semakin dalam Anda menarik nafas, semakin banyak pula oksigen yang masuk ke dalam paru-paru. Oksigen yang masuk ke dalam paru-paru membantu membersihkan otak Anda dari keinginan melampiaskan kemarahan.

2. Jangan simpan perasaan Anda

Kebiasaan menyembunyikan suatu perasaan justru menambah beban pikiran Anda. Terlebih jika yang Anda sembunyikan adalah sesuatu yang tidak Anda suka. Cobalah untuk mengungkapkan secara langsung apa yang menjadi perasaan atau kegundahan hati Anda. Disamping orang lain jadi mengerti dan tahu apa yang Anda rasakan, Anda pun tidak akan merasa terbebani oleh perasaan tidak suka. Katakan suka jika memang Anda merasa suka pada sesuatu. Katakan tidak suka jika memang Anda tidak suka, lalu ungkapkan apa yang Anda suka. Tentu saja Anda tidak harus mengatakan dengan kata – kata pedas dan suara keras karena hal itu malah akan memancing ketidak sukaan dan kemarahan orang lain.

3. Keluar dan temui sahabat

Begitu rasa marah hampir memuncak, kalau posisi Anda sedang di dalam rumah segeralah keluar dan temui sahabat-sahabat Anda. Paling tidak ketika Anda bertemu sahabat dan Anda ditanya “ada apa?”, Anda pasti akan bercerita tentang situasi yang sedang Anda hadapi. Meskipun sahabat Anda tidak memberikan solusi, hati Anda akan merasa lebih lega karena perasaan Anda sudah terungkap. Apalagi jika pertemuan Anda dengan sahabat berada di tempat yang sejuk, segar dan menyenangkan, tentu akan semakin melupakan pada rasa marah Anda karena pikiran menjadi sedikit lebih fresh.

4. Hibur diri sendiri

Tentu hal ini sulit dilakukan karena sangat kontras dengan perasaan hati Anda saat itu. Tapi tetap harus Anda lakukan. Cobalah dengan mentertawakan diri sendiri. Bayangkan Anda saat itu sedang marah, kemudian berdiri di depan cermin. Tataplah ekspresi wajah Anda di cermin … lucu bukan. Ya itulah wajah asli Anda kalau Anda sedang marah.

5. Menenangkan diri

Biasakan Anda melakukan meditasi karena meditasi membantu hati dan pikiran Anda menjadi lebih kuat terhadap godaan emosi. Duduklah, kemudian pejamkan mata Anda. Ingatlah selalu pada Tuhan-Mu. Ingatlah bahwa kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah, kemarahan justru akan menimbulkan permasalahan baru dengan kesulitan yang lebih baru pula. Kalau Anda punya keluarga, ingatlah juga bahwa kemarahan bukanlah pendidikan yang baik bagi mereka.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *