Payudara Sakit Saat Menyusui, Mungkin Anda Terkena Mastitis

Masa menyusui pertama bagi para ibu baru bisa saja menjadi tidak menyenangkan hanya karena rasa sakit pada payudara yang tidak tertahankan. Akibatnya, banyak ibu enggan menyusui bayinya karena takut dan lebih memilih memberikan susu formula yang nutrisinya jauh di bawah ASI.

Mengapa bisa terjadi payudara sakit saat menyusui?

Sebelum mengetahui penyebab payudara sakit saat menyusui, ada baiknya diketahui penyakit apa hingga menyebabkan payudara sakit saat menyusui. Pengetahuan ini penting mengingat pentingnya asupan nutrisi ASI bagi sang bayi agar bayi tumbuh sehat optimal.

Dalam istilah medis, sakit payudara saat menyusui seperti ini dikenal dengan nama Mastitis. Mastitis adalah terjadinya peradangan pada payudara perempuan. Biasanya Mastitis terjadi setelah melahirkan. Lamanya bisa sampai dua hingga tiga pekan. Ditandai dengan membengkaknya payudara disertai rasa sakit serta warna kulit payudara kemerah – merahan. Tidak jarang ibu yang mengalami Mastitis atau payudara bengkak menjadi menggigil dan demam tinggi. Kondisi ini tentu tak bisa dibiarkan berlarut – larut tanpa penanganan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lain bagi sang ibu.

Pemicu utama dari Mastitis atau peradangan payudara yang menyebabkan payudara sakit saat menyusui adalah adanya bakteri Staphylococcus Aureus yang berkembang pada kulit tubuh termasuk kulit payudara. Bakteri ini mudah berkembang biak dan sangat cepat pada kondisi kulit yang kurang terjaga kebersihannya. Ketika mencapai jumlah yang amat banyak, bakteri ini bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Tidak hanya pada kulit luar payudara, tapi juga ada lapisan bawah kulit ari dan kelenjar – kelenjar kulit sehingga dapat menimbulkan peradangan.

Ibu menyusui yang mengalami Mastitis secepat mungkin harus mendapatkan penanganan serius, sebab bila dibiarkan terlalu lama akan mengakibatkan timbulnya abses pada payudara dimana payudara terdapat cairan nanah yang menggumpal yang semakin lama semakin menambah rasa sakit. Belum lagi ASI yang keluar bercampur nanah yang sangat berbahaya jika sampai diminumkan pada bayi.

Gejala – gejala Mastitis

Tanda – tanda terkena Mastitis bisa dirasakan oleh ibu bayi dan bisa diketahui oleh bidan yang mengangani karena terlihat cukup jelas.

  1. Payudara terasa hangat bila disentuh
  2. Payudara terlihat lebih besar karena membengkak
  3. Kulit payudara terlihat kemerah – merahan
  4. Payudara sakit saat menyusui, rasa nyeri dan panasnya bisa berlangsung terus menerus dari awal menyusui hingga usai
  5. Suhu badan meningkat hingga lebih dari 38 derajat celsius

Faktor Timbulnya Mastitis

Beberapa hal turut berperan besar semakin parahnya Mastitis atau peradangan payudara yang menyebabkan payudara sakit saat menyusui, yaitu :

  1. ASI sulit keluar dikarenakan puting susu tidak menonjol. Puting susu mendatar atau malah terbenam. Air susu yang mengendap karena sulit keluar berpotensi besar terkena infeksi bakteri Mastitis.
  2. Tidak sengaja tergores kuku jari tangan, bra atau benda-benda lain yang menyebabkan lecet.
  3. Payudara terluka disebabkan terlepasnya puting susu dari mulut bayi tidak pada kondisi yang benar. Cobalah dengan cara halus seperti menekan secara perlahan dagu bayi.
  4. ASI tidak segera dikeluarkan sehingga menyebabkan terasa padat penuh dan bengkak. Orang Jawa menyebutnya “mbangkak” yaitu bengkak yang disebabkan menumpuknya ASI akibat tidak segera disusukan pada bayi atau dikeluarkan dengan pompa. Rasa penuh dan bengkak ini kemudian menghambat saluran vena dan limfe sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan payudara sakit saat menyusui.

Dengan berbagai risiko yang harus ditanggung dan dirasakan oleh sang ibu dan bayi, maka perlu adanya tindakan pencegahan agar penyakit Mastitis tidak akan menjangkiti setelah melahirkan.

Upaya Pencegahan dan Penanganan

Upaya pencegahan dari Mastitis atau peradangan payudara yang menyebabkan payudara sakit saat menyusui perlu dilakukan jauh – jauh hari sebelum sang ibu melahirkan. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan adalah sebagai berikut :

  • Selalu jaga kebersihan payudara

Bersihkan puting susu dan areola atau lingkaran coklat pada kulit payudara yang mengelilingi puting susu pada saat mandi. Caranya dengan menggunakan kapas yang dicelup air hangat kemudian diseka hingga bersih. Setlah itu keringkan dengan handuk halus hingga benar benar kering dan tidak lembab. Perlu diketahui, kulit payudara yang tertutupi dalam keadaan lembab dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Staphylococcus Aureus penyebab Mastitis.

  • Hindari penggunaan sabun saat pembersihan

Penggunaan sabun untuk membersihkan kulit payudara dan puting susu sangat tidak dianjurkan dikarenakan kandungan sabun dapat menghilangkan minyak pada kulit dan menyebabkan kulit menjadi kering. Akibatnya kulit payudara lebih mudah lecet dan terkena infeksi.

  • Gunakan bra yang tepat untuk ukuran payudara

Pilih bra yang tepat sesuai ukuran. Saat hamil, payudara akan mengalami pembesaran hingga 2 ukuran. Jangan paksakan memakai bra terlalu sesak karena dapat mengganggu kenyamanan. Gunakan bra dengan bahan yang mudah menyerap keringat. Saat menyusui, gunakan bra yang bisa dibuka dari depan sehingga tidak perlu menyingkap atau memelorotkan bra saat hendak menyusui.

  • Tetap susui bayi walaupun terasa agak sakit

Ini yang penting dan perlu diperhatikan. Walaupun payudara sakit saat menyusui, selama ASI masih sehat dan tidak tercampur cairan lain seperti nanah sebaiknya tetap disusukan ke bayi. Dengan tetap menyusui akan mempercepat sembuhnya Mastitis. Diusahakan menyusui bayi sesering mungkin untuk memperlancar pengeluaran ASI. Jika bayi belum merasa lapar, keluarkan ASI dengan cara diperah atau dipompa. Pemerahan bisa dilakukan menggunakan tangan secara manual, bisa juga menggunakan alat pompa ASI elektrik. Terserah mana yang dipilih yang penting tetap menjaga kebersihan baik itu tangan maupun alat pompa yang digunakan.

  • Bersihkan puting susu usai menyusui

Selalu bersihkan puting susu dan kulit payudara usai menyusui dengan menggunakan kapas yang dicelup air hangat kemudian diseka hingga bersih.

Gambar menyusui bayi

Dengan memiliki pengetahuan yang cukup tentang Mastitis, apa penyebabnya dan bagaimana pencegahannya diharapkan para ibu – ibu hamil dan ibu menyusui tidak lagu dibayangi ketakutan akibat payudara sakit saat menyusui sehingga masa – masa menyusui menjadi masa yang menyenangkan. Bayi pun akan tumbuh menjadi sehat dan memiliki ketahanan tubuh yang kuat karena mendapat kebaikan dan nutrisi yang cukup dari ASI ibunya.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

1 Comment
  1. 2 years ago
    erma witanti

    Sayavtrkena mastitis dan bisa pecah sendiri stlh minum obat dr dokter, pecah smpai 3x, hanya sj 2 yg terakhir tdk byk nanahnya, tp kdg mshvsuka kambuh lalu badan saya panas lg, payuara saya sdh kempes luka jg sdh nutup, tp knp msh sering kambuh, asinya tdk bs keluar byk cm netes aja, dan bagaimana cr mngembalikan bentuk payudara sprti semula, krn PD saya skrg kempes

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *