counter Mengapa Tempe Baru Tapi Rasanya Seperti Basi – Sami Share

Info

Mengapa Tempe Baru Tapi Rasanya Seperti Basi

on

Pernahkah Anda mengalami kejadian saat makan tempe rasanya seperti tempe basi, padahal tempenya masih baru. Kalau sudah pernah, Anda mungkin bertanya-tanya dalam hati, mengapa ya… tempe baru tapi rasanya seperti basi?

Ada banyak hal yang menyebabkan tempe baru yang seharusnya terasa enak dan khas menjadi seperti basi dan tengik, seperti bahan baku yang kurang bagus dan kurang bersih. Bisa juga karena lanas atau pembusukan cepat karena terlalu panas saat pemeraman. Hal – hal tersebut sebenarnya sangat jarang terjadi karena bagaimanapun kebanyakan pembuat tempe akan berusaha menjaga kualitas produksi tempenya.

Bila masih saja berasa basi, berarti ada kekurangan dalam proses pembuatannya. Seperti pada penjelasan sebelumnya tentang cara membuat tempe, ada 10 proses yang harusnya dilaksanakan seluruhnya mulai dari mencuci kedelai hingga tempe jadi dan siap dikonsumsi. Namun fakta di lapangan sangat berbeda. Karena alasan efektif dan efisien, beberapa proses dilewati. Meski tetap jadi tempe, namun dari kualitas rasa jelas berbeda.

tempe-baru-tapi-rasanya-seperti-basi

Ada 2 proses yang sering dilewati oleh sebagian pembuat tempe karena alasan efisiensi, yaitu:

1. Mencuci Kedelai

Mencuci kedelai adalah tahapan awal proses pembuatan tempe agar menghasilkan tempe yang bersih dari kotoran terutama sisa – sisa potongan tanaman kedelai seperti daun, dahan dan kayu. Dalam jumlah kedelai yang tidak begitu banyak mencuci kedelai bukan hal berat. Namun bila produksi tempe sudah mencapai tingkat tinggi atau dalam jumlah yang sangat besar dan menghabiskan kedelai hingga lebih dari setengah kwintal misalnya, mencuci kedelai cukup memakan waktu juga. Dan karena alasan efisiensi terkadang proses ini dilewati oleh sebagian pembuat tempe.

Kedelai dari karung langsung dimasukkan dalam panci besar dan direbus hingga matang tanpa dicuci lebih dulu. Jangan heran saat Anda makan tempe terkadang Anda tak sengaja menggigit potongan kayu atau bari kecil. Itu karena kedelai tidak dicuci dulu saat awal memasak. Belum lagi dari kualitas rasa jelas tempe yang berkurang karena kedelai yang tidak dicuci bercampur dengan sisa debu dan tanah saat memasak. Bisa jadi juga hal ini yang membuat tempe baru tapi rasanya seperti basi.

2. Mengukus Kedelai

Setelah proses perendaman selama kurang lebih 20 jam, kedelai kemudian digiling agar biji kedelai terbelah sembari terus disiram dengan air hingga sisa kedelai terasa kesat dan tidak lagi terasa lumer.

Kedelai kemudian dikukus lagi dengan panci sarangan hingga benar – benar terasa panas. Tujuan dari pengukusan ini adalah untuk mengurangi kadar air sisa bilasan sehabis digiling dan juga mengurangi aroma tak sedap setelah direndam lama. Setelah benar – benar panas, kedelai lalu didinginkan baru masuk proses peragian dan pengemasan.

Para pembuat tempe sering menggunakan istilah masak dua kali untuk proses semacam ini, yaitu merebus dan mengukus.

Nah, karena alasan efisiensi juga, sebagian pembuat tempe sering meninggalkan proses pengukusan ini. Usai digiling dan air ditiriskan, kedelai langsung dicampur dengan ragi dalam keadaan basah. Meski hal ini tidak menghambat proses fermentasi karena nantinya tetap jadi tempe juga, namun sangat mengurangi kualitas.

Dari segi rasa, tempe yang hanya melalui proses masak satu kali yaitu direbus dan tidak dikukus akan berasa kurang sedap. Meski penampilannya oke dan terlihat putih bersih karena memang tempe baru tapi rasanya seperti basi. Berbeda dengan tempe yang dimasak dua kali, rasanya sedap dan sangat khas. Pun ketika sudah semangit atau proses awal pembusukan, tempe tetap enak dikonsumsi asal tidak berlebihan.

Dari segi daya tahan, tempe yang dibuat tanpa proses pengukusan sering mengalami proses pembusukan lebih cepat karena masih memiliki kadar air yang cukup banyak atau basah. Lewat satu hari saja tempe mulai nampak menguning tanda mulai semangit. Lewat dua hari tempe mulai mengalami pembusukan. Sedangkan tempe yang dimasak dua kali memiliki daya tahan lebih lama dan tidak cepat membusuk.

Itulah dua kemungkinan mengapa tempe baru rasanya seperti basi. Selain dua hal di atas, faktor lain seperti cuaca dan cara penyimpanan juga mempengaruhi kualitas tempe yang dibuat.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *