Tips Mengasuh Anak Ber IQ Tinggi

Mengasuh anak ber IQ tinggi terkadang gampang-gampang susah. Di satu sisi orang tua bangga memiliki anak sangat pintar. Di sisi yang lain orang tua harus menahan kehendak yang timbul dalam benaknya namun kurang disukai anak.

Saat anak tumbuh makin besar, bukan berarti daya pikir dan kecerdasan otaknya juga ikut matang dan berkembang dengan sendirinya atau secara otomatis. Kecerdasan tidak timbul dengan sendirinya. Ada pengalaman dan latihan yang harus ditempa hingga mencapai titik kematangan otak yang maksimal. Dan hal ini membutuhkan peran banyak hal seperti rangangan koneksi sel otak yang berasal dari penglihatan, pendengaran, rasa, bau serta sentuhan. Bila kesemuanya bisa terkoneksi dengan baik, kecerdasan anak akan tumbuh makin meningkat.

Dalam upaya mencapai hasil maksimal bagi perkembangannya di kemudian hari, banyak batasan-batasan, pemahaman serta tips mengasuh anak ber IQ tinggi yang harus diketahui orang tua.

1. Biarkan anak bermain

Kecenderungan anak-anak adalah bermain. Bahkan bisa dikatakan dunia anak-anak adalah dunia main. Begitu pula dengan anak ber IQ tinggi. Meski daya pikir mereka di atas rata-rata anak seusianya, kecenderungan untuk bermain tetaplah muncul setiap waktu.

Akan tetapi ada perbedaan penyerapan permainan bagi mereka. Permainan yang dilakukan anak-anak pintar tidak melulu hanya bersenang-senang. Di saat mereka bermain, otak mereka pun ikut berkembang. Mereka berpikir, berimajinasi, dan belajar berbagai macam keterampilan sehingga tidak heran semakin bervariasi permainan yang dilakukan semakin meningkatkan kecerdasan otaknya.

2. Belajar main musik

Dalam pengembangan daya pikir dan ketajaman otak, musik menjadi salah satu hal yang ikut berpengaruh. Bagi anak ber IQ tinggi, dengan belajar musik daya tangkap otaknya akan semakin meningkat tajam. Bila di arahkan secara benar dan tepat, anak ber IQ tinggi selain mudah menerima berbagai ilmu pengetahuan juga lebih mudah menguasai suatu aliran musik. Bukan tak mungkin, di kemudian hari anak akan memiliki karir cemerlang di dunia musik.

3. Batasi waktu menonton TV

Meski banyak program yang dirancang untuk anak-anak, tidak baik membiarkan anak menonton TV dalam waktu yang lama. Hal ini bisa mengurangi kecenderungan anak untuk berpikir sendiri karena otaknya dipengaruhi oleh apa yang dilihat di TV. Bila pun harus menonton TV, orang tua harus melakukan pengawasan secara ketat. Akan lebih baik bila orang tua ikut menunggu saat anak menonton TV sehingga bisa memberikan penjelasan terhadap apa yang ditontonnya dengan bahasa yang lebih mudah dipaham oleh anak.

4. Ciptakan suasana menyenangkan belajar matematika

Meski tidak selalu, matematika sering menjadi acuan dan tolok ukur kecerdasan anak dan kemampuan dalam berpikir. Maklum, matematika adalah ilmu pasti yang membutuhkan perhitungan cukup rumit untuk jenjang lebih tinggi. Hal ini sering menimbulkan rasa pesimis dan memberi kesan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran sulit. Dalam kaitannya dengan mengasuh dan membesarkan anak ber IQ tinggi, oran tua harus menyingkirkan jauh-jauh kesan bahwa pelajaran matematika adalah sulit. Yang harus dilakukan adalah menciptakan suasana menyenangkan belajar matematika sehingga anak akan tertanam bahwa pelajaran matematika adalah menyenangkan. Sediakan alat peraga yang disukai anak-anak agar anak tak bosan hanya belajar pada buku-buku pelajaran atau buku matematika yang lain.

5. Jauhkan anak dari stres

Ada banyak hal yang membuat anak bisa stres. Semuanya bermula pada beban pikiran yang tidak kuasa ditanggung anak. Seperti merasa dipaksa melakukan sesuatu yang sama sekali tidak disukai anak. Merasa dipersulit dalam belajar, ditakut-takuti akan sulitnya belajar matematika, belajar fisika atau pelajaran-pelajaran yang lain. Merasa dalam keadaan ketakutan karena orang tua selalu membentak, mengancam, mencubit, menjewer, atau bahkan memukul bila ada satu kesalahan yang dilakukan.

Hindarkan semua hal – hal tersebut karena berdampak sangat buruk bagi perkembangan anak sekalipun anak ber IQ tinggi. Kemampuan otak dan kestabilan emosinya bisa menurun dan makin berkurang sedikit demi sedikit.

Itulah beberapa tips mengasuh anak ber IQ tinggi yang mesti dipahami orang tua. Sekali lagi, untuk meningkatkan kecerdasan dan kematangan otak anak ber IQ tinggi dibutuhkan pula pengawasan dan perlakuan yang baik dari orang tua.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *