counter Waspadai Risiko Kebanyakan Tidur, Badan Tambah Gemuk Dan Sulit Hamil – Sami Share

Info

Waspadai Risiko Kebanyakan Tidur, Badan Tambah Gemuk Dan Sulit Hamil

on

Secara umum, durasi tidur yang sehat bagi kita tiap malam adalah antara 7 hingga 8 jam. Namun kadang kala, pada waktu – waktu tertentu dengan alasan macam – macam kita tidur lebih lama dari waktu biasanya seperti saat liburan kerja atau liburan sekolah.

Tidur memang menjadi salah satu cara istirahat yang paling tepat dan menyehatkan. Dengan tidur tenaga yang sebelumnya terkuras untuk berbagai aktifitas bisa kembali pulih seperti semula. Dengan tidur pula, daya pikir otak akan kembali jernih dan fresh sehingga mudah untuk digunakan untuk berfikir. Namun perlu diingat, kebanyakan tidur lebih lama dari waktu pada umumnya bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan seperti kegemukan hingga sulit hamil bagi wanita. Kebanyakan tidur juga bisa menimbulkan berbagai permasalahan non kesehatan seperti merusak penampilan, menipiskan keharmonisan keluarga serta mengurangi tingkat produktifitas diri.

Berikut adalah beberapa risiko kebanyakan tidur yang patut kita perhatikan dan kita waspadai.

Badan tambah gemuk

Dalam sebuah penelitian yang diadakan di provinsi Quebec Canada terungkap bahwa orang yang tidur hingga 9 sampai 10 jam tiap malam selama 6 tahun lebih rentan terserang penyakit diabetes dan gangguan gula daripada orang yang tidur 7 sampai 8 jam.

Terungkap pula pada penelitian tersebut bahwa orang yang tidur hingga 9 sampai 10 jam tiap malam selama 6 tahun lebih mudah mengalami kegemukan, berat badan naik hingga 5 kilogram daripada orang yang tidur 7 sampai 8 jam, meskipun antara keduanya sama – sama memiliki asupan gizi dan nutrisi yang cukup.

Jadi, bila Anda tak ingin berat badan semakin bertambah dan semakin gemuk, mulailah untuk mengontrol waktu tidur Anda dari sekarang.

Badan tambah gemuk

Terserang gangguan jantung

Sebuah presentasi penelitian tentang efek kebanyakan tidur bagi kesehatan yang dipublikasikan tahun 2012 pada pertemuan American College of Cardiology mengungkapkan bahwa tidur yang melebihi waktu 8 jam tiap malam berisiko besar meningkatkan gangguan jantung. Penelitian yang dilakukan terhadap 3000 koresponden menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar koresponden yang memiliki kebiasaan tidur lebih dari 8 jam memiliki keluhan penyakit arteri koroner lebih besar daripada yang tidurnya hanya 7 sampai 8 jam saja.

gangguan jantung

 Depresi

Sebuah penelitian dilakukan oleh tim peneliti pada tahun 2014 terhadap dua orang dewasa kembar yang memiliki durasi tidur berbeda tiap malam. Hasilnya, orang yang tidur lebih dari 8 jam memiliki kecenderungan lebih besar terkena depresi dari pada orang satunya yang tidur tidak lebih dari 8 jam dengan prosentase 27 % dan 49 %.

Depresi

Merusak otak

Lagi – lagi, sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di tahun 2012 terhadap beberapa wanita berusia lanjut. Terungkap bahwa beberapa wanita usia lanjut yang memiliki kebiasaan tidur lebih dari 9 jam tiap malam selama 6 tahun terakhir mengalami kerusakan lebih buruk pada fungsi otaknya daripada yang tidur kurang dari waktu tersebut.

Gadis Cantik Alami

Sulit hamil

Penelitian dilakukan para ahli di Korea pada tahun 2013 terhadap 650 wanita usia subur yang sedang melakukan vitro fertilization atau proses pembuahan sperma dan sel telur di luar tubuh tentang kebiasaan tidur mereka. Setelah dianalisa, hasil penelitian tersebut ternyata cukup mencengangkan. Wanita yang memiliki kebiasaan tidur antara 7 sampai 8 jam tiap malam ternyata berpeluang sangat tinggi untuk hamil. Sedangkan yang memiliki kebiasaan tidur antara 9 sampai 11 jam tiap malam memiliki kemungkinan hamil yang sangat rendah atau lebih sulit hamil.

Sulit hamil

Lima hal di atas adalah diantara beberapa risiko kebanyakan tidur yang berhubungan dengan masalah kesehatan.

Sedangkan yang berkaitan dengan masalah produktifitas, kebanyakan tidur juga memiliki risiko yang tidak kalah besar. Kebanyakan tidur membuat banyak waktu terbuang secara sia – sia. Yang seharusnya waktu untuk belajar, tak jadi belajar karena tidur. Yang seharusnya untuk berdiskusi dan musyawarah, tak jadi diskusi karena tidur. Yang seharusnya bisa untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum selesai tadi siang, akhirnya tak jadi berguna.

Bagi yang sudah dikaruniai keluarga dengan seorang bayi kecil, kebanyakan tidur bisa saja mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga. Seorang istri bisa menjadi kesal melihat suaminya hanya mengorok sementara dirinya berkutat dengan sang buah hati yang terus menerus rewel dan menangis.

Begitu juga seorang suami geregetan melihat istrinya masih tidur disaat sang suami sudah bangun dan mempersiapkan diri untuk berangkat kerja. Sementara cucian dan kotoran alat makan masih menumpuk di belakang. Belum lagi sarapan pagi yang harusnya sudah siap menjadi terabaikan. Belum lagi persiapan anak-anak buat berangkat ke sekolah.

Apapun alasannya, efek negatif kebanyakan tidur tetap lebih banyak dari pada manfaat positifnya. Jadi, selalu biasakan menjalani tidur yang sehat, tidur yang tidak terlalu lama agar efek negatif dari kebanyakan tidur bisa diminimalisir hingga titik yang paling rendah.

Selamat tidur, tapi jangan kebanyakan !

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *