10 Risiko Menggunakan Gadget Berlebihan

Bukan rahasia lagi jika saat ini gadget telah menjadi gaya hidup bagi masyarakat modern mulai dari handphone, smartphone, tablet, laptop dan yang lain. Bahkan lebih dari sekedar gaya hidup, menggunakan gadget kini juga telah menjadi kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan seperti halnya makanan, minuman serta busana.

Perangkat – perangkat canggih tersebut tak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dan perangkat hiburan, namun juga berfungsi sebagai media mencari berbagai berita dan informasi. Wajar bila kemudian banyak orang terobsesi dan berlomba-lomba memiliki berbagai macam gadget baru. Semakin mudah dan murahnya harga baru juga mempengaruhi keinginan banyak orang untuk memiliki lebih dari satu dan lebih.

Selain memiliki berbagai macam fungsi dan manfaat besar, penggunaan perangkat macam handphone, tablet, dan smartphone juga terbilang paling mudah, tidak membutuhkan banyak tempat untuk membawanya karena bentuknya yang mini serta bisa dipakai dimana saja tanpa mengganggu orang lain sehingga seringkali dimanapun kita berada selalu terlihat orang yang sedang asyik berkutat dengan gadgetnya.

main gadget

Namun perlu diketahui, bahwa selain memiliki manfaat besar, gadget juga memiliki dampak buruk dan risiko yang tidak kalah besar terutama yang berhubungan dengan kesehatan dan produktifitas terutama bila berlebihan dalam menggunakannya seperti obesitas hingga kanker.

Berikut adalah beberapa dampak buruk dan 10 risiko menggunakan gadget berlebihan yang harus Anda waspadai.

1. Agresif dan sulit dikendalikan

Sering didapati anak kecil menjadi makin agresif dan susah dikendalikan bila sudah bermain game gadget. Orang tua menjadi diabaikan bila memerintah sesuatu pada si anak karena anak sedang asyik. Bila dipaksa, anak bisa marah, menangis dan tambah beringas.

2. Badan tambah gemuk

Menggunakan gadget yang berlebihan membuat badan tidak sehat sebab badan menjadi kurang gerak. Apalagi jika ditemani dengan berbagai minuman dan makanan ringan berkalori tinggi. Jika hal ini dilakukan dalam waktu lama tentu dapat menyebabkan berat badan bertambah dan semakin gemuk.

3. Waktu tidur terganggu

Menggunakan gadget pada waktu yang seharusnya untuk tidur, baik untuk bermain game, mendengarkan musik atau sekedar browsing dan chatting adalah kebiasaan yang sangat buruk. Kecenderungan game dirancang untuk merangsang orang bermain lebih lama karena penasaran. Begitu juga dengan musik. Otak akan terangsang untuk terus mendengarkan musik sehingga rasa kantuk menjadi semakin berkurang.

Dampak lebih buruk setelah waktu tidur terganggu karena keasyikan bermain adalah porsi tidur menjadi berkurang. Rasa ngantuk akan menyerang saat kerja dan sekolah. Bekerja pun mejadi kehilangan konsentrasi dan tidak teliti.

Jika dilakukan oleh seorang driver, maka berpotensi menimbulkan bahaya dan celaka karena kurangnya konsentrasi saat mengemudi.

4. Mata kering

Kebanyakan penggunaan gadget adalah dengan cara melihatnya secara terus menerus. saat menggunakan gadget untuk tujuan kesenangan dan hiburan berupa internetan atau main game, mata akan terasa tegang. Terlebih bila game yang dimainkan membutuhkan konsentrasi tinggi, mata mengalami rasa tegang yang luar biasa. Penggunaan gadget dengan cara seperti ini dalam waktu lama bisa menyebabkan rasa gatal pada mata secara permanen akibat mata mata kekeringan.

5. Pendengaran terganggu

Kebiasaan ini adalah efek dari mendengarkan musik menggunakan earphone dengan keras. Menurut penelitian yang dilakukan para ahli, bahwa suara pada earphone dengan volume 85 desibel bisa menyebabkan berubahnya rambut mikroskopis dalam telinga yang berakibat pada menurunnya kemampuan pendengaran.

6. Menurunkan produksi sperma

Hasil sebuah penelitian mengungkapkan bahwa laki-laki yang memiliki kebiasaan menggunakan handphone lebih dari 18 jam sehari memiliki produktifitas sperma yang sedikit yang berdampak pada menurunnya libido seksual.

7. Punggung terasa nyeri

Efek buruk lain menggunakan gadget dalam waktu waktu lama dengan cara duduk dapat menyebabkan punggung menjadi sakit dan nyeri.

8. Stres dan depresi

Sejalan dengan fungsi gadget untuk komunikasi, efek stres dan depresi bukan timbul karena menggunakannya tapi lebih karena waktu yang diperlukan saat menunggu balasan SMS serta menunggu panggilan penting masuk. Pikiran menjadi gelisah dan cemas. Apalagi jika telepon dan SMS yang kemudian masuk berisi berita yang sangat tidak menyenangkan. Lama kelamaan kesehatan tubuh menjadi terpengaruh, kurang bergairah serta mudah sakit.

9. Memperlambat perkembangan otak janin

Bagi wanita yang sedang hamil, sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan gadget secara berlebihan dalam waktu lama. Menurut sebuah penelitian, kebiasaan ini bisa berpengaruh pada janin yang dikandungnya. Otak janin menjadi lambat berkembang serta pertumbuhan janin menjadi hiperaktif.

10. Berisiko terkena kanker

Setiap gadget hampir bisa dipastikan selalu mengeluarkan radiasi. Pada penggunaan secara normal, radiasi yang ditimbulkan gadget tidak terlalu berefek dan jadi masalah. Akan tetapi bila radiasi ini berlangsung secara terus menerus dalam waktu lama, dapat memicu berbagai macam masalah kesehatan seperti leukimia, tiroid, serta kanker.

Itulah 10 risiko menggunakan gadget berlebihan yang patut diwaspadai bagi siapapun terlebih pada anak – anak. Jika memang tidak ada manfaat yang berhubungan dengan produktifitas, sebaiknya hindari penggunaannya secara berlebihan karena dampak buruk bagi kesehatan yang timbul sangat banyak dan besar.

Belum lagi risiko non kesehatan yang juga selalu mengiringi kebiasaan menggunakan gadget. Gara – gara gadget orang menjadi kehilangan kepekaan sosial terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Sering dijumpai orang asyik sendiri dengan gadgetnya sementara orang di sekitarnya mengajak berdiskusi. Banyak juga yang asyik bermain gadget pada saat berada di rumah duka, melayat di keluarga saudara yang sedang terkena musibah. Tentu hal yang sangat tidak etis karena suasana yang ada adalah suasana sedih.

Oleh karena itu, bijaksanalah dalam menggunakan gadget. Jangan sampai tujuan awal memilikinya untuk kebaikan berubah menjadi hal buruk yang tidak diinginkan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *