4 Tips Membeli Jas Hujan Yang Bagus, Aman Dan Nyaman

Musim hujan, saatnya para pengendara motor membawa perlengkapan wajib berupa jas hujan agar perjalanan ke tempat yang dituju tidak terhambat.

Umumnya, para pengendara menganggap kalau jas hujan hanya berfungsi melindungi tubuh dari air. Sedangkan hal-hal lain kurang begitu diperhatikan, pokok asal sudah bisa bikin tubuh tidak basah kehujanan.

Tujuan mengenakan jas hujan kala berkendara sebenarnya bukan hanya agar tubuh tidak kehujanan. Ada hal lain yang juga harus menjadi perhatian, terutama yang menyangkut masalah kenyamanan dan keamanan. Tentu tak ada artinya kalau tubuh terlindungi dari air, tapi keamanan berkendara terancam karena pemakaian yang ribet, mengganggu konsentrasi atau menghalangi pandangan kebelakang lewat spion.

Oleh karena itu, sejak awal membeli jas hujan perlu juga diperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan. Bukan hanya memilih bahan yang 100 persen tidak tembus air. Berikut tips membeli jas hujan yang bagus, aman, dan nyaman yang mesti Anda perhatikan.

1. Pilih jas hujan paling aman

Ada banyak model jas hujan di pasaran. Tapi yang paling umum hanya tiga jenis, yaitu Ponco, Overcoat dan Training.

  • Jas hujan Ponco atau biasa disebut mantel Batman karena bentuknya yang mirip sayap superhero fiksi “Batman”. Meski tersedia model tanpa lengan atau dengan lengan, jas hujan ponco relatif kurang aman untuk berkendara. Risiko ujung jas tersangkut di rantai atau di roda sangat besar kalau pengedara lupa memperhatikan ujung bagian jas bagian belakang yang selalu mengibas kemana-mana. Selain kurang aman, model ponco juga kurang nyaman dipakai. Terlebih masih banyak pengendara yang tetap memakainya meski di beberapa bagian sudah robek bahkan compang-camping. Kalau dipakai berkendara suaranya terdengar bergemuruh dan bagian robekannya sering ‘menampar-nampar’ kaki hingga terasa sakit.jas-hujan-ponco
  • Jas hujan Overcoat, hampir mirip dengan jaket atau mantel. Hanya saja bagian bawah dibuat lebih panjang sampai paha atau lutut kaki. Jas hujan overcoat memang melindungi tubuh dari air hujan, tapi beberapa desain kurang nyaman dipakai untuk pengendara motor. Saat dipakai duduk di jok motor, bagian bawah jas akan mengencang seperti mengikat paha karena terduduki. Bila tidak ingin begitu, pengendara harus menyingkap bagian bawah jas sampai keatas agar tidak terduduki. Akibatnya tentu bagian kaki tetap basah terkena hujan. Paling cocok jas ini dipakai oleh polisi yang sedang bertugas mengatur lalu lintas saat hujan, atau dipakai para pendaki gunung dan pekerja tambang.
  • Jas hujan Training, terdiri dari setelan celana dan jaket. Jas hujan model training tidak ada bagian yang menjuntai kebawah karena memang didesain sesuai dengan bentuk tubuh. Untuk ukuran, ada berbagai ukuran mulai dari anak-anak hingga dewasa, ada juga ukuran untuk tubuh gemuk dan berpostur tinggi.jas-hujan-training

Dari ketiga bentuk di atas, model Training adalah yang paling aman. Tidak berisiko tersangkut, tidak menghalangi pandangan spion ke belakang, seluruh tubuh terlindungi dari kepala, badan, tangan hingga kaki.

Masih ada satu model lagi, tapi ini khusus wanita terutama hijabers, yaitu Jas hujan Gamis. Dari segi kepraktisan, model ini memang lebih praktis dari model training. Tinggal menaik turunkan saja saat memakainya. Sedang untuk sisi keamanan, tentu masih aman model training. Karena memang didesain khusus cewek, sulit mencari model ini dalam ukuran jumbo.

2. Perhatikan ukurannya

Karena jas hujan dipakai sebagai pakaian paling luar melapisi baju dan celana, maka ukurannya harus dipilih yang lebih besar. Paling tidak satu level dari pakaian yang dipakai. Selain lebih nyaman ketika dipakai, ukuran lebih besar juga lebih aman dari risiko sobek.

Sebaliknya, jangan membeli jas hujan yang berukuran span dengan tubuh karena akan menjadi ketat saat dipakai melapisi pakaian dan tentu menyulitkan saat berkendara. Efeknya, konsentrasi bisa terganggu dan berisiko bahaya.

3. Pilih jas hujan berbahan terbaik

Tujuan awal membeli jas hujan adalah untuk dipakai melindungi tubuh dari air hujan. Karena itu harus dipilih yang berbahan terbaik dan benar-benar anti bocor, anti merembes. Bahan PVC lebih baik dari parasut karena lebih kuat menahan terpaan air. Bahan PVC memiliki pori-pori lebih rapat dan lebih tebal. Ada juga jas hujan yang memiliki dua lapisan, bagian dalamnya furing berkualitas yang hangat saat dipakai dan bagian luarnya bahan taslan yang tidak mudah ditembus air.

Juga perhatikan jahitan dan resletingnya. Pilih jas hujan dengan resleting serta jahitan rapat dan rapi karena biasanya dua tempat tersebut paling sering menjadi tempat merembesnya air hujan.

4. Pilih yang berwarna terang

Berkendara saat hujan jarak pandang berkurang. Sementara Anda harus tetap terlihat jelas oleh pengendara lain agar tidak celaka. Karena itu diperlukan penanda yang membuat Anda terlihat jelas seperti jas hujan yang berwarna terang dan makin terang saat tersorot lampu.

Kalau memang tidak suka membeli jas hujan yang berwarna terang secara total seperti warna kuning, orange, hijau pupus atau silver, pilih yang memiliki penanda terang di beberapa bagian. Bisa berupa hologram yang bisa “menyala”, scotchlite atau yang memiliki kombinasi warna terang dan gelap.

Itulah 4 tips membeli jas hujan yang bagus, aman dan nyaman. Namun perlu diingat, jas hujan hanyalah pelindung sementara saat hujan. Bila pemakaiannya tidak serta merta membuat perjalanan menjadi nyaman dikarenakan hujan yang terlalu deras, jarak pandang makin pendek atau kondisi lalu lintas yang semrawut hingga Anda tidak bisa konsentrasi secara penuh, sebaiknya menepilah ditempat aman untuk berteduh. Tunggu hingga hujan reda dan Anda siap untuk mengendara lagi. Keselamatan Anda lebih penting dari segalanya.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *