Inilah 6 Tips Mengundurkan Diri Agar Tak Meninggalkan Kesan Buruk

Mengundurkan diri, tentu tak ada dalam angan-angan Anda saat awal melamar. Rasa optimis dan percaya diri pastilah yang mengiringi langkah pertama saat memulai pekerjaan baru.

Namun, perjalanan waktu terkadang merubah semuanya. situasi yang kurang menyenangkan ditambah berbagai masalah lain di luar lingkup kerja terkadang memaksa Anda harus mengambil keputusan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, yakni mengundurkan diri.

Tentu ada rasa sedih dan bingung saat mengambil keputusan. Bukan hanya masalah kehilangan pekerjaan, masalah lain yang berkaitan seperti harus berpisah dengan rekan kerja yang selalu bersama setiap hari juga tak kalah bikin hati merasa berat.

Kebingungan juga bisa makin bertambah manakala Anda tidak menemukan cara yang tepat untuk tetap berkomunikasi dan meninggalkan kesan kebaikan dalam pengunduran Anda dari tempat kerja. Ada rasa cemas kalau-kalau rekan kerja atau atasan mencurigai Anda pada suatu hal. Atau juga khawatir rekan-rekan kerja Anda merasa jadi penyebab Anda mengundurkan diri.

Mengantisipasi hal – hal yang tidak Anda inginkan, inilah tips-tips yang bisa Anda lakukan saat Anda memutuskan mengundurkan diri.

1. Jadikan atasan Anda orang pertama yang mengetahui keputusan Anda

Sebelum atasan Anda mengetahui alasan keputusan Anda dari orang lain, akan lebih baik bila Anda sendiri yang menyampaikan keinginan Anda pada atasan. Mendengar keputusan Anda mengundurkan diri dari orang lain atau rekan kerja Anda bisa saja kabar yang diterimanya tidak tepat 100 persen dengan alasan Anda sebenarnya. Kabar kadang sudah simpang siur, belum lagi ditambah bumbu-bumbu yang tidak sebenarnya.

Buatlah janji bertemu dengan atasan dan sampaikan keinginan Anda secara gamblang.

2. Jelaskan alasan Anda mengundurkan diri

Sampaikan alasan Anda berhenti bekerja secara jelas, tapi tetap jaga kehormatan perusahaan. Ada baiknya bila Anda tidak menyampaikan alasan Anda keluar karena suatu hal yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan karena hal tersebut akan menimbulkan kesan buruk. Anda bisa menggunakan alasan sesuatu di luar lingkup kerja seperti alasan keluarga, kesehatan dan lain-lain. Bisa juga dengan alasan Anda ingin mencoba pengalaman baru dengan pekerjaan lain di tempat lain.

Setelah itu dengarkan atasan Anda bicara apa. Mungkin ada solusi yang akan diberikan sebelum keputusan Anda menjadi bulat. Atau mungkin ada rekomendasi soal tempat kerja lain setelah Anda benar-benar tidak lagi bekerja disitu.

3. Jaga profesionalisme kerja sampai akhir

Anda bisa saja meninggalkan semua proyek yang jadi tanggungan Anda saat keputusan mengundurkan diri sudah bulat. Tapi itu bukan sesuatu yang baik buat Anda. Anda akan dianggap tidak profesional menjalani sebuah pekerjaan. Anda juga dianggap membuat banyak beban buat rekan kerja Anda.

Sebelum hari H Anda keluar, Anda masih terikat dengan semua aturan tempat kerja Anda. Segala pekerjaan dan proyek yang menjadi tanggung jawab Anda tetaplah menjadi tanggung jawab Anda. Karena itu, selesaikan semuanya lebih dulu dan jangan tinggalkan beban buat orang lain.

Ini akan membuat pengunduran diri Anda benar-benar bermartabat di mata rekan kerja dan atasan Anda, tetap kerja hingga detik terakhir.

4. Jaga hubungan baik dengan atasan dan rekan kerja

Meski berpisah untuk urusan pekerjaan, persahabatan tetap persahabatan. Dari awal bukan siapa-siapa, lalu berkumpul lama sebagai rekan kerja tentu membentuk hubungan menjadi erat. Bukan lagi sekedar teman dan rekan kerja, tapi sudah menjadi sahabat karib.

Tetap jaga persahabatan Anda dengan rekan kerja. Biarkan kontak mereka di ponsel Anda, begitu pula sebaliknya. Jangan ragu pula untuk menyampaikan pesan bahwa perpisahan Anda bukan untuk memutus persahabatan. Tapi karena urusan pekerjaan.

5. Buat surat pengunduran diri secara resmi

Meski sangat mudah bagi Anda mengundurkan diri begitu saja, surat pengunduran diri tetap satu hal penting untuk menjaga profesionalisme diri. Buatlah surat pengunduran diri secara resmi.

Tulis di dalamnya alasan mengapa Anda mengundurkan diri, mulai kapan Anda akan tidak masuk kerja lagi. Jangan lupa juga untuk mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang selama ini telah menjadi tempat Anda bekerja mengais rejeki.

Usahakan surat pengunduran diri sudah sampai pada atasan hari H kurang 2 minggu. Dengan begitu perusahaan punya kesempatan mencari pengganti Anda dengan tepat.

6. Berpamitan pada atasan dan rekan kerja di hari terakhir

Hari terakhir masuk kerja, ucapkan kata pamit kepada atasan dan rekan-rekan kerja. Tentu akan sangat emosional dan berkecamuk perasaan. Sampaikan kata terima kasih pada mereka yang telah berkenan menjadi sabahat Anda. Sampaikan juga kata maaf bila ada kesalahan yang Anda lakukan selama bersama dengan mereka.

Setelah itu ulurkan tangan untuk bersalaman dan peluk mereka bila memungkinkan. Lalu melangkahlah keluar dengan mantap.

Dengan cara-cara di atas, keputusan Anda mengundurkan diri akan meninggalkan kesan baik di mata rekan kerja, atasan, dan juga perusahaan.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *