Tips Jitu Agar Tetap Bisa Menabung Meski Kondisi Keuangan Sedang Sulit

Salah satu kebiasaan baik yang diajarkan orang tua kita sejak kecil adalah menabung. Dengan diajarkan menabung, kita diharapkan kelak menjadi orang yang terbiasa menabung saat sudah besar hingga hari tua.

Mengapa kegiatan menabung semakin menjadi budaya banyak orang?

Salah satu alasan menabung yang cukup masuk akal adalah karena kita memiliki banyak kebutuhan di kemudian hari. Tidak hanya kebutuhan yang sudah diketahui keberadaannya, kebutuhan yang tak direncanakan juga sering kali menimpa kita dan tidak sedikit jumlahnya.

Dengan menabung, kita tidak kebingungan lagi saat kebutuhan – kebutuhan itu datang. Semuanya karena sudah dipersiapkan. Begitu pula dengan kebutuhan yang bersifat mendadak, dengan adanya tabungan rasa stres dan kaget untuk memenuhinya bisa dikurangi.

Akan tetapi, fakta yang terjadi terkadang tidak seperti yang dibayangkan. Makin tingginya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sekarang membuat kegiatan menabung makin susah. Seperti makin beragamnya pengeluaran seperti harga belanjaan yang semakin naik, kesehatan yang memburuk serta berbagai urusan yang membutuhkan biaya tak sedikit dan dengan segera. Tabungan yang diharapkan terisi tiap hari jadi melompong karena tak ada yang harus ditambahkan.

Apakah menabung masih bisa dilakukan dalam kondisi sulit seperti di atas?

Meski karena kondisi kita merasa tidak mungkin untuk menabung, tapi percayalah. Selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan agar tabungan bisa bertambah tiap hari meski tidak sebanyak saat normal.

Berikut tips jitu agar tetap bisa menabung meski kondisi keuangan sedang sulit

1. Simpan uang recehan

Tidak banyak orang suka dengan uang recehan. Apalagi sampai harus membawanya dalam saku. Bunyi gemerincing yang terdengar bisa bikin malu, apalagi kalau sampai jatuh.

Meski begitu jangan sepelekan uang recehan. Uang recehan yang sering kita minani justru sangat berharga di tangan orang lain. Seperti para pedagang, mereka sangat membutuhkan banyak sekali uang receh untuk digunakan sebagai kembalian.

Nah, kita bisa manfaatkan kondisi semacam ini dengan menyimpan uang recehan yang kita terima tiap hari dari orang lain. Entah itu kembalian bayar tol, kembalian uang parkir, atau kembalian saat belanja di pasar dan mall. Sediakan wadah khusus atau celengan di rumah dan masukkan recehan-recehan tersebut ke dalamnya.

Kalau tidak menganggap remeh dan bisa telaten melakukan hal ini, bukan tidak mungkin kita bisa memperoleh manfaat besar dari uang recehan. Saat berjumlah banyak, kita bisa pergunakan untuk membeli sesuatu yang kita inginkan. Atau menukarkan menjadi uang kertas yang ringkas di warung tetangga atau pedagang di pasar. Yakinlah mereka akan senang menerima recehan itu.

2. Sisihkan uang tiap hari

Tidak harus dalam jumlah besar, kita bisa memulainya dengan menyisihkan uang dalam nominal kecil. Bisa 1.000, 2.000, 5.000 atau 10.000 rupiah yang penting konsisten. Dalam waktu lama tentu hasilnya akan makin banyak.

Terkadang untuk melakukan hal ini agak berat untuk awal awal. Perasaan mudah tergoda untuk mengambilnya lagi manakala sudah tersisih. Namun, lambat laun kebiasaan ini tidak akan terlalu terasa.

Sama dengan cara melakukan tips pertama di atas, kita tinggal sediakan tempat khusus sebagai tempat penyimpanan uang sisihan.

3. Jangan beli sesuatu yang tidak penting

Saat muncul keinginan membeli sesuatu, pikir dan pastikan apakah barang itu benar-benar dibutuhkan, dalam arti memang tidak bisa ditinggalkan. Kalau hanya sebatas koleksi, aksesoris atau tidak terlalu penting dan mendesak, sebaiknya tidak usah dibeli.

Hal ini penting agar kita terbiasa mengedepankan sesuatu yang penting dari pada yang tidak terlalu dibutuhkan. Akan lebih baik uang yang direncanakan buat membeli sesuatu itu disimpan dalam tabungan atau dimasukkan celengan.

4. Jangan berhutang

Banyak yang menganggap kalau hidup tanpa hutang di jaman sekarang rasanya sangat tidak mungkin. Gaya hidup yang mengglobal seringkali menuntut kita terpancing untuk berhutang.

Kalau kita ingin tetap bisa menabung meski dalam kondisi sulit, kita harus membiasakan hidup apa adanya. Sederhana tanpa harus mengikuti tuntutan gaya hidup.

Memang enak saat menerima uang hutang. Tanpa harus bekerja kita bisa mendapatkan rupiah sejumlah yang kita inginkan. Kita bisa membeli sesuatu yang kita mau. Tapi ingat, hutang terkadang bisa bikin kita lebih menderita dari sebelumnya.

Tak perlu lah kita memiliki kartu kredit bila kita memang tidak membutuhkan. Kartu kredit sering kali bikin kita tidak tahan untuk tidak bertransaksi menggunakannya. Tanpa disadari, hutang akan semakin menumpuk karena selain hutang pokok yang harus dibayar, bunga yang dikenakan juga lumayan tinggi.

So, dari pada uang yang kita miliki buat bayar hutang, lebih baik bila ditabung. Nanti kalau jumlah tabungan sudah cukup, bisa kita gunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Selain kita bisa terbebas dari beban hutang yang melilit, membeli barang setelah uang tabungan terkumpul akan mendapatkan barang yang lebih baru dibanding saat kita menginginkan namun belum bisa beli.

5. Jangan membeli barang merek ternama

Sebenarnya tidak masalah membeli barang merek terkenal. Tapi pikirkan apakah kita benar-benar membutuhkan. Apakah uang yang kita miliki sudah cukup buat membelinya.

Kalau memang uang kita tidak lebih dari cukup, jangan membeli semau hati. Akan lebih baik bila uang yang ada disisihkan buat menabung. Jangan sampai karena keinginan yang tinggi, nafsu tidak mau kalah sama orang lain, atau ingin terlihat seperti orang kaya membuat kita mudah terjerumus dalam hutang.

Belilah barang-barang yang serupa meski tanpa bukan dari merek ternama. Kita lebih mengutamakan membeli manfaat dan fungsi, bukan membeli merek.

6. Bikin rekening tabungan khusus

Buat rekening khusus untuk menabung. Hal ini berguna untuk memisahkan antara rekening belanja harian dengan uang simpanan.

Manfaat lainnya memiliki rekening tabungan khusus adalah merangsang kita untuk selalu mengisi dan menambah saldo rekening.

Kita bisa membuat satu target sampai kapan tabungan itu akan digunakan atau sampai terkumpul berapa akan diambil. Atau bila tidak ada target tertentu, buat komitmen bahwa tabungan baru akan diambil kalau memang ada kebutuhan sangat penting, mendesak, darurat dan tak ada lagi jalan lainnya.

Itulah beberapa trik jitu agar kita tetap bisa menabung meski kondisi keuangan sedang sulit. Yakinlah, semua akan indah pada waktunya.

 

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *