7 Bahaya Tidur Malam Di Luar Rumah Bagi Kesehatan

Bagi Anda yang suka keluar beraktifitas malam hari dan tidur di luar rumah, Anda perlu mengetahui bahwa tidur di luar rumah cukup berbahaya dan berdampak buruk bagi kesehatan. Sebagian dari kita memang memiliki aktifitas yang harus dilakukan malam hari di luar rumah seperti pekerjaan, event, traveling, atau hanya sekedar hang out, ngumpul dan ngobrol sama teman komunitasnya.

Terkadang aktifitas – aktifitas tersebut membuat kita harus tidur di luar rumah, tidur di ruang terbuka beratapkan langit.

Yang perlu diketahui dan diwaspadai, tidur malam di luar rumah akan terpapar langsung dengan angin malam. Menurut berbagai penelitian, ada perbedaan yang sangat jauh antara angin siang dan angin malam. Angin malam memiliki potensi mengganggu kesehatan tubuh lebih tinggi dibanding angin siang, baik itu melalui virus penyebab penyakit atau gangguan pada sistem pernafasan. Selain itu, angin malam yang terasa lebih dingin akan membuat kesehatan tubuh menjadi menurun, terlebih bila tidak mengenakan pelindung yang cukup seperti masker, kaos kaki, dan jaket tebal.

Sayang, hal semacam ini banyak dari kita yang lupa dan bahkan memang tidak peduli sama sekali. Mereka merasa tidak ada bahaya mengincar dari kebiasaan tidur malam di luar rumah ini. Mungkin karena enggan mengeluarkan duit untuk cari penginapan yang nyaman, atau karena jauh di tengah hutan dan gunung, atau enggan meninggalkan tempat kerjanya yang berada di luar karena tak mau bolak balik esok hari dan lebih memilih tidur di luar rumah, terpapar menghirup angin malam yang dingin.

Untuk satu dua kali memang tidak akan terasa dampak buruk dan bahaya tidur malam di luar rumah. Namun, bila dilakukan berulang – ulang dalam waktu yang lama, tidur di luar rumah berpotensi besar menjadi sumber penyakit bagi tubuh kita.

Berikut Beberapa Bahaya Tidur Malam Di Luar Rumah Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Tidur di luar rumah

1. Kedinginan

Sudah pasti, tidur malam di luar rumah membuat tubuh kedinginan bila dibandingkan tidur siang hari. Hal ini dikarenakan tidak adanya sinar matahari di malam hari, suhu udara malam hari cenderung lebih rendah dari pada siang hari, angin malam memiliki kelembaban lebih rendah dari pada siang hari. Seberapa tebal selimut yang digunakan, tidur di luar rumah tetap berpotensi membuat tubuh menggigil kedinginan.

2. Digigit nyamuk

Sudah sangat dikenal bila nyamuk lebih sering mencari makan pada malam hari dengan menghisap darah. Tidak di dalam maupun di luar rumah, nyamuk selalu berusaha memenuhi kebutuhannya. Bila kita tidur malam hari di luar rumah, kemungkinan besar sekali kita akan menjadi sasaran pengeroyokan para nyamuk kelaparan, karena tidak ada lagi dinding penyekat yang akan membatasi gerak gerik mereka. Efeknya, kita bisa terjangkit penyakit malaria bila yang menggigit adalah nyamuk Anopheles dan bisa terkena penyakit demam berdarah bila yang menggigit adalah nyamuk Aedes Aegepty. Bila memang terpaksa harus tidur malam di luar rumah, sebaiknya gunakan pakaian tebal dan oleskan lotion anti nyamuk pada bagian tubuh yang terbuka guna meminimalisir serangan nyamuk.

3. Terkena penyakit asma (pernafasan)

Hal ini disebabkan karena udara malam hari memiliki suhu lebih dingin dari pada siang hari. Hembusan angin malam juga lebih dingin dari pada semilir angin siang hari. Angin malam yang terhirup melalui nafas disertai suhu udara yang dingin bisa memicu terjadinya gangguan pernafasan atau asma. Meski asma sangat dikenal sebagai penyakit turunan, namun kebiasaan tidur malam di luar rumah bisa menjadi sebab lain terjadinya ama. Ingat, tubuh manusia ini sangat lemah dan rentan bahkan dengan angin malam yang dingin pun bisa membuat sistem tubuh terganggu.

4. Terkena penyakit paru – paru basah

Salah satu bahaya kebiasaan tidur malam hari di luar rumah adalah terkena penyakit paru – paru basah. Saat malam hari, angin berhembus membawa banyak butiran – butiran embun sangat kecil. Dan saat kita membiarkan diri menghirup angin malam ini pada saat tidur malam di luar rumah, maka butiran air embun juga ikut terhirup ke dalam paru – paru. Bila hal ini berkelanjutan, berulang – ulang dalam waktu lama, butiran air embun yang terhirup pun akan semakin banyak sehingga dapat menyebabkan penyakit paru – paru basah.

Angin malam juga memiliki tingkat kelembaban jauh lebih tinggi dibandingkan angin siang hari. Tidak mengherankan bila orang yang memiliki kebiasaan tidur malam hari di luar rumah lebih mudah sakit dan berwajah pucat. Jadi, bagi yang sudah terlanjur memiliki riwayat sakit paru – paru basah, sebaiknya batasi diri untuk tidak tidur malam hari di luar rumah tanpa atap dan tanpa dinding karena angin malam yang terhirup saat tidur justru akan makin memperparah sakit.

5. Menyebabkan rematik dan nyeri sendi

Bila terpaksa harus tidur malam di luar rumah, usahakan untuk memakai pakaian yang tebal agar tubuh terlindung dari dinginnya angin malam. Angin malam dan suhu udara yang cenderung sangat dingin dapat menyebabkan sendi terasa nyeri dan rematik.

Tidur malam di luar ala gelandangan

6. Bisa masuk angin dan perut kembung

Bahaya lain dari kebiasaan tidur di luar rumah adalah masuk angin. Menurut wikipedia, masuk angin adalah suatu “penyakit” yang disebabkan karena berkumpulnya gas yang tidak merata di dalam tubuh. Salah satu penyebabnya adalah karena kedinginan. Efek lain dari masuk angin adalah perut menjadi kembung seperti penuh angin.

7. Menyebabkan susah bernafas dan pingsan

Bahaya ini mengancam bagi siapapun yang tidur malam di luar rumah khususnya di bawah pohon rindang. Saat siang hari, pohon melakukan fotosintesis dengan menggunakan sinar matahari, karbondioksida dan air. Oksigen yang ada dalam pohon dikeluarkan. Proses semacam ini biasanya terjadi selama kurang lebih 12 jam waktu Indonesia. Tak mengherankan bila saat siang hari, kita akan merasakan hawa sejuk dan segar berada di bawah pohon rindang.

Begitu malam tiba, proses fotosintesis akan berhenti dan berganti menjadi respirasi. Pohon membutuhkan banyak oksigen guna menghasilkan air dan karbondioksida. Selain itu, saat malam hari semua energi kimia dalam pohon akan mengalami proses penguraian. Saat malam hari pohon tidak menghasilkan oksigen tapi karbondioksida. Kondisi semacam ini membuat kita tidak diperbolehkan tidur malam hari karena bila sampai terhisap melalui proses pernafasan atau yang lain, karbondioksida yang dikeluarkan pohon bisa menyebabkan sesak nafas hebat dan dapat menyebabkan pingsan tiba – tiba.

Itulah beberapa bahaya tidur malam di luar rumah yang harus kita perhatikan. Sebagai salah satu cara istirahat terbaik, tidur juga mesti dilakukan dengan baik dan berkualitas. Tidur berkualitas memberikan dampak positif bagi tubuh. Selain mengembalikan kebugaran tubuh dan membangkitkan semangat di kala bangun, tidur berkualitas juga meningkatkan kecerdasan otak dalam berpikir. Juga menjaga konsentrasi tetap pada level terbaik sehingga risiko kecelakaan saat bekerja maupun aktifitas lain seperti mengemudi bisa diminimalisir.

Sangat disayangkan jika tidur malam yang sebenarnya merupakan cara istirahat paling baik justru harus berakibat buruk hanya karena salah memilih tempat. So, hindari tidur malam di luar rumah agar kita selalu terhindar dari bahayanya yang selalu mengintai bila kita lalai dan lengah.

Semoga bermanfaat !

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *