Begini Cara Mengatur Gaji Supaya Tak Sekedar Permisi Dan Numpang Lewat

Meski bisa dibilang waktu paling menyenangkan buat seorang pekerja adalah saat baru gajian, ternyata tidak setiap orang benar-benar bisa mengatur gaji dan memanfaatkannya secara penuh. Gajian yang diterimanya tidak membekas dan terkesan hanya numpang lewat. Buat Anda, hal ini tentu mengurangi kebahagiaan.

Untuk mengantisipasi hal itu perlu adanya tata ulang. Anda perlu menata kembali managemen gaji Anda agar lebih baik, lebih menyenangkan dan tentu memberikan dampak kebahagiaan di hati meski belum dapat menutupi semua kebutuhan.

Begini Cara Mengatur Gaji Supaya Tak Sekedar Permisi Dan Numpang Lewat

1. Buat perincian yang jelas

Anda pasti akan segera mengalokasikan gaji begitu Anda menerimanya. Nah, agar Anda tidak bingung akan dikemanakan gaji itu, sebaiknya Anda membuat perincian yang jelas. Bila perlu tulis semuanya di kertas dari A sampai Z.

2. Tentukan prioritas dan persentase

Setelah semua daftar tercatat, tentukan beberapa alokasi yang harus didahulukan dan buat persentasi untuk masing-masing. Porsi ideal untuk mengatur gaji adalah:

  • Kebutuhan : 40 persen
  • Hutang : 30 persen
  • Keinginan : 10 persen
  • Simpanan : 10 persen
  • Investasi : 0 persen
  • Lain-lain : 10 persen

Kalau Anda tidak memiliki hutang Anda bisa mengaturnya sebagai berikut:

  • Kebutuhan : 40 persen
  • Hutang : 0 persen
  • Keinginan : 15 persen
  • Simpanan : 15 persen
  • Investasi : 20 persen
  • Lain-lain : 10 persen

Tetapi perincian diatas bukan harga mati. Anda bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi Anda sendiri.

Tentunya, paling penting diprioritaskan adalah membayar hutang dan cicilan, karena kalau sampai Anda terlambat bisa kena denda. Setelah itu untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum, listrik, air, transportasi. Juga kebutuhan uang sekolah bulanan dan uang saku setiap hari.

3. Pisahkan rekening belanja dan rekening tabungan

Rekening belanja adalah uang yang Anda pergunakan sehari-hari. Sedangkan uang tabungan lebih pada simpanan jangka panjang. Pisahkan keduanya agar Anda tidak tergoda untuk membelanjakan lebih dari kebutuhan.

Rekening tabungan karena sifatnya adalah simpanan untuk kebutuhan masa depan, Anda tidak membutuhkan ATM. Bila Anda khawatir tabungan akan terpotong biaya administrasi bank, Anda bisa memilih bank syariah yang tidak mengenakan uang administrasi bulanan.

4. Siapkan dana cadangan

Terkadang kebutuhan tak terduga membuat Anda harus mengeluarkan banyak biaya. Misalnya tiba-tiba Anda sakit dan tidak memiliki asuransi yang menanggung. Atau ada tetangga, sanak saudara yang punya gawe dan Anda harus menyumbang.

Kalau Anda tidak memiliki dana cadangan, pengeluaran hal diatas bisa menggerus gaji Anda. Karena itu penting disiapkan dana cadangan dari gaji Anda untuk alokasi ini.

5. Sisihkan dana untuk investasi dan amal

Meski untuk investasi dan amal tidak wajib, sebaiknya Anda tetap menyisihkan untuk keduanya. Terkecuali bila Anda memiliki hutang dan cicilan yang harus dilunasi, Anda bisa menulis angka 0 untuk alokasi investasi.

Sedangkan untuk amal tetap harus disisihkan. Alasannya, karena Anda hidup bersosial di tengah-tengah masyarakat. Ada kegiatan sosial yang meski Anda tidak membuatnya, tapi harus Anda ikuti seperti sumbangan bencana alam, iuran pembangunan lingkungan. Bila alokasi dana seperti tersebut pada poin 2, Anda bisa mengambilnya dari dana lain-lain.

Selain 5 cara mengatur gaji di atas, yang harus Anda perhatikan dan Anda lakukan adalah disiplin dan konsisten. Jangan mudah tergoda untuk mengalokasikan gaji untuk hal yang sama sekali tidak penting atau tidak ada dalam perencanaan Anda. Tujuannya agar Anda benar-benar menikmati gaji dengan penuh manfaat, tidak sekedar permisi dan numpang lewat.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *