Hindari 3 Bahasa Tubuh Ini Di Tempat Kerja

Tiap hari Anda melakukan komunikasi dan interaksi dengan siapapun, baik secara lisan maupun tulisan. Namun, ada satu hal yang pasti akan terlihat oleh lawan bicara Anda, yaitu bahasa tubuh.

Meski hanya bahasa tubuh yang tidak pernah direncanakan, hal ini menjadi penting untuk diperhatikan. Ia selalu mengikuti gaya bicara dan isi hati sehingga lebih berarti dari pada ucapan lisan.

Orang bisa jengkel pada Anda dari sebab sikap tubuh Anda menunjukkan sesuatu yang kurang baik, menyinggung perasaan atau meremehkan. Walaupun ucapan yang Anda sampaikan terlihat datar dan manis.

Bagaimana bahasa tubuh di tempat kerja?

Di tempat kerja, Anda akan selalu berkomunikasi langsung dengan rekan kerja, atasan maupun klien. Kepada orang – orang tersebut bahasa tubuh Anda bisa diartikan bermacam-macam. Kalau Anda menampakkan sikap yang baik, mereka akan menilai baik pada anda. Sebaliknya, kalau Anda menampakkan sikap buruk, Anda juga akan dicurigai menyimpan perilaku buruk. Karena itu, sebaiknya Anda hindari sikap tubuh yang tidak baik saat berhadapan dengan mereka.

Inilah 3 bahasa tubuh tidak baik yang sebaiknya Anda hindari di tempat kerja.

1. Gelisah

Karena ada rasa gelisah, Anda secara tidak sadar memperlihatkan bahasa tubuh yang aneh. Anda tidak tenang di tempat duduk, geser kanan geser kiri, mengetukkan pena di meja, mengetukkan kaki ke lantai, berkali-kali membenahi pakaian atau sering mengambil nafas dalam-dalam sambil mengecap.

Hal – hal tersebut menunjukkan Anda sedang gelisah, tidak percaya diri dan tidak fokus. Lawan bicara Anda bisa jengah dan malas melanjutkan pembicaraan kepada Anda.

2. Merasa tidak nyaman

Bahasa tubuh lain menunjukkan Anda dalam situasi tidak nyaman, seperti berkali-kali melirik arloji, bermain ponsel atau tengak – tengok ke arah lain. Anda terlihat seperti terganggu mendengarkan orang lain sedang bicara atau rekan kerja sedang presentasi.

3. Acuh tak acuh

Saat Anda tidak sepakat dengan apa yang disampaikan lawan bicara Anda saat presentasi maupun berdiskusi, mungkin Anda tidak langsung menyangkal atau menyampaikan protes secara langsung. Meski begitu, lawan bicara Anda bisa saja tahu kalau Anda tidak sepakat dari sikap Anda yang cuek. Bahkan saking tidak setujunya, Anda tidak mau memberikan pendapat berbeda dan bersikap masa bodoh.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *