Inilah 5 Kebohongan Yang Paling Pering Dilakukan Para Pelamar Kerja

Berbohong memang tindakan yang tidak terpuji baik menurut agama maupun negara. Meski begitu, ternyata hal ini seringkali diabaikan. Banyak orang melakukan kebohongan demi memuluskan keinginannya.

Dunia kerja pun demikian. Proses wawancara yang umum dilakukan perusahaan untuk menyaring para pencari kerja ternyata juga tak luput dari bohong berbohong.

Banyak calon pekerja yang harus menyembunyikan fakta sebenarnya dan lebih memilih berbohong agar interviewnya mendapat nilai baik dan akhirnya mendapat panggilan kerja.

Apakah hal ini, berbohong saat wawancara kerja boleh dilakukan?

Tergantung kepada nurani Anda selaku pelamar kerja. Mau bohong atau jujur menjawab apa adanya, semua memiliki alasan dan risiko. Menjawab apa adanya dengan jujur, bisa saja membuat jawaban tidak seperti yang diharapkan pewawancara. Kemungkinan terburuknya, Anda tidak lolos dan tidak mendapat panggilan kerja. Kalau bohong, risikonya Anda tahu sendiri, yaitu dosa. Meskipun hal itu memudahkan Anda dalam mendapat pekerjaan.

Bicara soal bohong berbohong saat wawancara kerja, berikut 5 kebohongan yang paling sering dilakukan para pelamar kerja dan mungkin Anda lakukan.

1. Apa kabar Anda?

Pertama kali biasanya pewawancara menanyakan kabar Anda sebelum memulai pertanyaan inti dengan “Hai, apa kabar?”

Anda mungkin saja dalam keadaan tidak begitu nyaman, tidak enak badan. Tapi, Anda ingin nampak prima dan tidak ingin memperlihatkan kondisi Anda yang seperti itu. Harapan Anda agar wawancara selanjutnya bisa lebih menyenangkan. Anda akhirnya mengatakan baik-baik saja.

2. Apa yang Anda inginkan dengan pekerjaan baru?

Umumnya, yang paling diharapkan dengan pekerjaan baru adalah gaji yang lebih tinggi dengan suasana kerja yang lebih mudah menyenangkan.

Tapi Anda tidak ingin mencolok soal penghasilan. Walhasil Anda memberikan jawaban dengan menunjukkan bahwa lowongan kerja yang Anda lamar sesuai dengan skill dan keahlian Anda. Dengan menujukkan kemampuan yang Anda miliki, Anda berharap pewawancara mau mempertimbangkan untuk menerima Anda.

3. Apa kelemahan Anda?

Bukan bermaksud mengorek kelemahan Anda, pewawancara hanya ingin bagaimana Anda menganalisa kekurangan diri sendiri. Dan ingin mengetahui bagaimana cara Anda menutupi kekurangan tersebut.

Banyak pelamar kerja terjebak dengan pertanyaan ini sehingga hanya menjawab kelemahan yang dimiliki. Ada pula yang menjawab ragu – ragu. Kalau menunjukkan kelemahan takut gagal lolos, mau bilang tidak punya kekurangan nanti ketahuan bohongnya dan takut dianggap sombong.

4. Apa visi Anda lima tahun ke depan?

Pertanyaan ini untuk mengetahui sekaligus menguji seberapa loyal Anda bekerja di perusahaan. Meski demikian, acap kali pertanyaan ini dijawab tidak jujur. Pelamar menjawab lima atau enam tahun ke depan tanpa dipikir, sementara dia sendiri tidak tahu sampai kapan akan bekerj disitu. Dia berharap agar jawabannya diterima pewawancara.

Kalau Anda ditanya dengan pertanyaan ini, jawablah secara jujur sesuai yang Anda pikirkan secara matang sebelumnya.

Jangan takut mengatakan satu atau dua tahun kalau memang rencana matang Anda bertahan di perusahaan hanya dalam waktu tersebut.

5. Apa hobi dan kegemaran Anda?

Meski sederhana dan seolah tak ada kaitannya dengan pekerjaan Anda, pertanyaan ini bisa saja menjebak. Beritahukan hobi Anda sebenarnya secara keseluruhan bila perlu. Bila ada yang tidak perlu diungkap, beritahukan hobi Anda beberapa saja.

Anda tak perlu mengarang jawaban seolah-olah Anda memiliki hobi luar biasa, padahal sebenarnya tidak. Hal ini bisa jadi bumerang buat Anda.

Meski berbohong saat wawancara kerja dianggap bisa membantu dan memudahkan urusan Anda dalam melamar kerja, kejujuran tetaplah yang terbaik. Sekalipun terasa pahit, kejujuran tidak membuat diri Anda kehilangan martabat dan Anda tetap memiliki nilai positif.

 

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *