counter Kenali Gejala Keracunan Matahari Dan Cara Mencegahnya

Info

Yuk, Kenali Gejala Keracunan Matahari Dan Cara Mencegahnya

on

Tanpa disadari terkadang Anda berada di bawah sinar matahari langsung seperti saat bermain di pantai, berolahraga, bekerja di luaran atau menyaksikan sebuah tontonan gratis. Memang pada saat yang sama Anda tidak merasakan dampak apapun. Hanya rasa panas terik matahari saja di atas kepala.

Namun, pada saat semua sudah selesai rasa senang Anda bisa berubah sebaliknya. Anda merasakan sakit dan perih di kulit yang memerah karena terbakar sinar matahari. Bila itu yang terjadi, ada kemungkinan Anda mengalami gejala fotodermatitis atau keracunan matahari.

Gejala Keracunan Matahari

Keracunan matahari atau fotodermatitis adalah reaksi alergi kulit terhadap sinar matahari dan sinar ultraviolet A (UVA) atau B (UVB) yang berlebihan. Gejala keracunan matahari yang muncul biasanya sebagai berikut:

  • Kulit terasa gatal,
  • Kering,
  • Bersisik atau benjolan,
  • Berkerut,
  • Kemerahan yang melepuh,
  • Berbintik hitam kasar,
  • Suhu badan naik atau demam,
  • Menggigil,
  • Mual,
  • Kepala pusing,
  • Tidak bersemangat, hanya ingin rebahan di tempat tidur saja

Proses penyembuhan dari keracunan matahari bisa memakan waktu berhari-hari hingga sangat lama. Untuk tahap awal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa krim atau salep kortison (1%) dan aspirin bisa membantu menurunkan rasa sakit.

Namun, bila pemakaian krim dan aspirin tak membuat sakit menjadi reda alias rasa sakit tak bisa lagi ditoleransi dan kulit makin melepuh, Anda disarankan untuk segera ke dokter spesialis kulit.

Melakukan Pencegahan

Saat Anda merasa bahwa kegiatan Anda akan lama berada di bawah terik matahari langsung, sebaiknya lakukan antisipasi dengan melindungi kulit Anda.

1. Gunakan krim kulit

Ada banyak krim pelindung kulit di jual di pasaran. Sebaiknya Anda ketahui apa saja kandungannya dengan membaca labelnya. Label SPF menunjukkan bahwa krim hanya berfungsi melindungi kulit dari UVB atau sinar Ultra Violet gelombang pendek. Anda masih harus mencari lagi krim lain untuk melindungi kulit dari sinar UVA atau sinar Ultra Violet gelombang panjang yang lebih berbahaya.

Akan lebih baik lagi, gunakan tabir surya dengan kandungan minimal 6% zinc oxide dan titanium dioxide. Kedua kandungan tersebut selain melindungi kulit dari terpaan sinar UVA dan UVB juga tidak berbahaya karena bukan merupakan bahan kimia penyebab alergi dan merupakan mineral bagi kulit.

2. Jangan berlama-lama di bawah terik matahari

Cara lain yang terbaik untuk mencegah keracunan matahari adalah tidak berlama-lama di bawah sinar matahari langsung. Saat keluar rumah usahakan selalu menggunakan payung atau mengenakan topi lebar.

Bila Anda seorang pekerja fisik yang membutuhkan banyak gerakan dan tak memungkinkan menggunakan payung atau topi lebar, Anda bisa mengenakan pakaian lengkap dengan baju lengan panjang dan sarung tangan. Jangan lupa gunakan masker pelindung wajah.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *