Hindari 6 Perilaku Buruk Berikut Saat Mengikuti Rapat

Kata orang bijak “Bahasa tubuh lebih tajam dari ucapan lisan”. Rupa-rupanya ungkapan tersebut tidak cuma berlaku dalam komunikasi setiap hari, tapi berlaku juga dalam profesi. Tidak hanya kinerja yang bagus yang akan menentukan sukses tidaknya sebuah pekerjaan.

Perilaku keseharian di lingkungan kerja juga dituntut untuk mempunyai nilai positif di mata atasan, rekan kerja dan juga klien. Dan bahasa tubuh menjadi salah satu hal yang akan dinilai secara tidak langsung oleh semua yang berhubungan dengan Anda.

Pada saat apapun, bahasa tubuh dan perilaku yang baik harus diterapkan, seperti pada saat meeting atau rapat. Namun, terkadang hal – hal kecil yang dilakukan bisa mengacaukan suasana dan itu seringkali tidak disadari. Bisa juga karena menganggap bukan hal besar dan yang dihadapi juga rekan kerja yang sudah Anda kenal luar dalamnya. Ingat, meski demikian kejadian itu bisa saja terulang dan menjadi kebiasaan buruk. Dan Anda bisa saja dicap negatif di mata rekan-rekan kerja dan atasan.

Jadi, karena sekecil apapun perilaku buruk bisa menimbulkan hal tidak baik, Anda harus selalu menjaga diri dan menghindarinya sejak sekarang. Anda harus selalu mengedepankan profesionalisme dalam semua hal yang berkaitan dengan urusan karir dan pekerjaan.

perilaku-buruk-saat-rapat

Perilaku buruk saat rapat

Berikut 6 contoh perilaku buruk yang harus dihindari saat rapat sedang berlangsung

1. Sibuk dengan gadget sendiri

Bukan hal yang terlalu besar sebenarnya kalau hanya sekedar baca pesan singkat SMS. Namun bisa menjadi perilaku buruk manakala itu berlangsung saat rapat dan Anda tidak bisa mengendalikan diri.

Awal mula memang hanya baca SMS, besok lagi tambah balesin chat FB. Besoknya lagi ada yang komen di twitter dan instagram. Kalau Anda tidak mengerem kebiasaan ini, lambat laun akan menjadi kebiasaan. Anda jagi tidak konsentrasi mengikuti jalannya rapat dan presentasi karena terlalu sibuk dengan gadget sendiri. Saat ada hal yang ditanyakan pada Anda, Anda gelagapan karena tidak memperhatikan materi pembicaraan.

2. Ketak – ketok meja pakai pena

Barangkali Anda sedang berpikir keras dan mencari sebuah ide. Namun tidak sadar, tangan Anda memutar-mutar pena atau ketok ketok di meja hingga berbunyi tik tok tik tok. Meski hanya bunyi bunyi kecil dan sangat pelan, dalam suasana hening penuh konsentrasi suara tersebut akan sangat terdengar. Dan itu sangat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi peserta rapat.

3. Menggoyang-goyang kaki hingga mengenai peserta lain

Anda juga sering secara tak sadar menggoyang-goyang kan kaki. Mungkin Anda tidak ingin terlalu tegang dan ingin menciptakan suasana rileks buat diri sendiri. Tapi, kalau sampai kebiasaan menggoyang-goyangkan kaki ini mengenai peserta rapat lain yang berada di samping kiri dan kanan, bisa saja membuyarkan konsentrasi mereka. Satu dua kali mungkin masih ditolelir. Kalau terus menerus teman Anda bisa saja jengah dan kesal. Mungkin juga mereka akan melotot pada Anda.

4. Bisik-bisik ke peserta lain

Umumnya rekan sebelah yang jadi objek bisikan. Mungkin cuma tanya pelan “ngomongin apa tadi pak bos?” merujuk pada pembicaraan atasan sebelum masuk kantor.

Hal ini akan memancing rekan Anda juga ikut berbisik menimpali pertanyaan Anda. Makin penasaran, tanpa sadar pembicaraan semakin menarik, seru bahkan sampai Anda dan rekan menahan tawa. Sementara peserta yang lain sedang sangat konsentrasi. Mengganggu bukan?

5. Sibuk mengunyah

Perilaku buruk yang saat rapat adalah makan. Hidangan lezat dan menarik memang sering menjadi teman saat rapat meski bukan makanan besar. Selain sebagai pepantasan, dengan menyantap sedikit snack atau mengulum permen diharapkan dapat menjadi teman berkonsentrasi saat rapat.

Yang kemudian menjadi kurang etis adalah manakala rapat sedang berlangsung Anda terlalu sibuk bolak-balik mengambil makanan. Terlebih lagi kalau sampai terdengar suara Anda saat mengunyah makanan. Tentu sangat memalukan dan membuat rekan rapat tersenyum sinis.

Kalau memang hendak makan, makanlah dengan tenang, pelan dan tetap berkonsentrasi pada pembicaraan rapat. Yang tak kalah penting pula, jangan sampai keluar bunyi dari mulut Anda saat mengunyah.

6. Sikap duduk tidak tegak

Maksud hati agar bisa rileks saat rapat, tidak tegang atau terlalu fokus sehingga Anda harus duduk dengan posisi melorot. Dari sisi penampilan saja, Anda sudah terlihat kurang menyenangkan di mata atasan dan peserta rapat yang lain. Anda dianggap tidak serius menghadapi materi rapat yang sedang dibicarakan dan terkesan ogah-ogahan.

Sama halnya dengan posisi tubuh membungkuk. Menopangkan dagu di atas meja sambil memejamkan mata. Anda dianggap terpaksa dalam mengikuti rapat dengan alasan mengantuk, kurang istirahat. Meskipun pikiran Anda masih terkonsentrasi dengan rapat, tapi anggapan atasan dan peserta lain tetaplah negatif pada Anda.

Kalau memang sudah terasa capek duduk tegak di kursi rapat, beringsutlah sesekali dan teguklah kopi yang sudah tersedia di meja peserta. Bila itu masih kurang berefek pada Anda, mintalah ijin sebentar pada atasan dengan sopan untuk sekedar ke belakang, buang air kecil dan kemudian cuci muka.

Posisi duduk yang tegak dan baik menunjukkan kepribadian Anda sebagai orang kuat dan meyakinkan. Selain itu juga menampakkan diri sebagai orang yang sangat menghormati forum-forum penting.

Itulah 6 perilaku buruk saat rapat yang harus Anda hindari agar Anda tetap memancarkan kesan positif, baik di mata atasan, rekan kerja, dan klien. Tetap tenang dan ikuti jalannya rapat dengan seksama dan beretika. Pahami bahwa Anda tidak sendiri!

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *