Video Tradisi Pemakaman Paling Brutal Dan Mengerikan

Mayat itu dicincang dengan pisau tajam. Dijadikan potongan kecil-kecil dan dilempar ke arah burung nasar yang setia menunggu dan menyantapnya hingga habis tak berbekas.

Itulah yang terjadi di Tibet, salah satu wilayah di Cina. Wilayah yang terkenal religius terutama bagi penganut ajaran Budha ini ternyata memiliki tradisi memakamkan mayat yang sangat brutal dan mengerikan (setidaknya bagi orang awam). Tradisi ini bernama Sky Burial atau pemakaman langit, sebuah tradisi pemakaman dengan cara dicincang dan dijadikan makanan burung yang sudah dilakukan turun temurun yang sudah berlaku sejak jaman dulu.

Namun, tidak semua orang yang meninggal dilakukan prosesi pemakaman Sky Burial. Mereka yang meninggal sebelum usia 18 tahun, meninggal karena penyakit menular, wanita hamil dan meninggal karena kecelakaan tidak akan diperlakukan tradisi ini.

Bagaimana prosesi pemakamam paling brutal dan mengerikan ini ?

Proses Sky Burial tidak dilakukan serta merta. Ada beberapa prosesi yang harus dilalui dari sejak si mayat meninggal dunia hingga selesainya proses Sky Burial.

1. Mayat dibiarkan selama tiga hari tiga malam

Sebelum mayat dicincang, mayat akan dibiarkan selama tiga hari tiga malam. Selama waktu itu, mayat akan terus dibacakan mantra dan doa oleh para biksu yang mengelilingi. Setelah lewat tiga hari, mayat kemudian dibersihkan dan dibungkus dengan kain putih untuk di bawa ke tempat pencincangan.

2. Mayat di bawa ke area suci tempat proses Sky Burial

Usai dibungkus dengan kain putih, mayat kemudian di bawa area suci tempat pencincangan yang biasanya terletak tidak jauh dari tempat peribadatan mereka yaitu wihara. Mayat diletakkan dalam posisi seperti bayi baru lahir.

3. Pembacaan mantra dan doa

Para biksu kemudian membacakan mantra dan doa terakhir. Doa ini diharapkan bisa menjadi pembimbing bagi roh mayat.

4. Proses pencincangan

Bagi pelaku kanibalisme, mencincang daging mayat tentu bukan hal aneh. Dalam proses Sky Burial, pencincangan mayat dilakukan oleh seorang biksu. Bisa kita bayangkan betapa anehnya tradisi ini. Bagaimana seorang biksu yang berwajah teduh bisa melakukan tugas mencincang daging mayat dengan dingin tanpa rasa takut. Dan tentu saja para biksu bukan pelaku kanibalisme.

Pertama – tama, mayat yang sudah diposisikan di tempat pencincangan dikuliti. Kemudian daging mayat dipotong kecil-kecil dan dilempar ke arah burung nasar yang sudah menunggu. Proses ini dilakukan terus menerus hingga selesai dan meninggalkan beberapa potong daging kecil yang menempel pada tulang kerangka. Tulang kerangka ini kemudian menjadi santapan rebutan banyak burung nasar.

Terkadang proses pencincangan ini terbalik. Sajian pertama buat para burung nasar adalah tulang belulang yang dagingnya sudah dikerat habis. Tulang – tulang tersebut dipotong kecil-kecil atau dihancurkan. Sebagian dicampur tepung, sebagian lagi diberikan langsung pada burung. Kemudian bagian organ dalam mayat juga dipotong kecil-kecil. Santapan terakhir burung nasar adalah yang paling enak dan paling ditunggu para burung yaitu daging mayat. Hasilnya, tidak ada yang tersisa dari si mayat setelah proses upacara Sky Burial selesai.

Tak hanya pemandangan mengerikan dalam proses Sky Burial. Orang-orang yang datang mengikuti proses Sky Burial pun terlihat aneh. Bagi kebanyakan orang, proses pemakaman orang yang sudah meninggal selalu berselimut hening dan kesedihan. Yang ini tidak, orang-orang yang datang justru memanfaatkan untuk bercakap-cakap dan bercanda seperti biasa. Menurut keyakinan mereka, hal ini dilakukan dengan tujuan mempermudah proses roh meninggalkan jasad yang sedang dicincang.

Advertisements
--------------------
Semoga artikel di atas bermanfaat ! Jika Anda memiliki pendapat berbeda atau memiliki informasi lebih akurat dari artikel di atas, silahkan berbagi disini bersama kami.

3 Comments
  1. 3 years ago
    ediha

    Mengerikan…

    Reply
  2. 2 years ago
    riri

    sereemmm … melihatnya saja sudah deg2n apalagi adegan menguliti mayat …

    Reply
  3. 2 years ago
    eka yanti

    hmmm… sadissss.. padahal sdh diberi contoh petunjuk untuk mengubur yg mati/meninggal, seperti pada cerita habil dan qabil..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *